Agen Terpercaya
Mandala Toto   Shien Bet
Jackpot 86   Balaksix
Messipoker   Balaksix
Agen 18   Balaksix
Dunia Jackpot   Slot 88
Mariowin
Pasang iklan, hanya lewat Contact Us.
Waspada penipuan iklan. Klik di sini untuk melihat daftar penipu.

Ketika anda menemukan topeng & jaket milik V , Siapakah gadis yang akan sering kalian nikmati ?


  • Total voters
    496
  • Poll closed .

Topi-Jerami

Guru Semprot
Thread Starter
Daftar
3 Jan 2021
Post
713
Like diterima
15.379
HACKER'S STORY


Jangan pernah menghina orang lain karena dirasa lebih rendah daripada anda, karena ketika orang tersebut tersinggung dan marah, kita tidak benar - benar tau kerusakan apa yang akan kita peroleh dari perbuatan kita terhadapnya.”

-Vision-

PRAKATA

Pertama saya merasa terhormat bisa bergabung di forum ini bersama penulis - penulis hebat lainnya untuk mengisahkan sebuah cerita yang kebanyakan terinspirasi dari film - film yang saya tonton dan juga lagu yang sering saya dengarkan.

Karena saya termasuk kaum pemula di forum ini, saya minta tolong untuk tidak memberikan kata - kata yang mana kata - kata tersebut justru merusak semangat dan motivasi saya dalam menyelesaikan kisah ini. Sebaliknya saya sangat mengapresiasi suhu sekalian yang ingin memberikan kritik mengenai cerita yang sudah saya buat entah itu dalam jalan cerita, pengembangan cerita atau bahkan kata - kata yang lebih cocok untuk saya gunakan dalam setiap chapter yang akan saya update disini.

Oh iya, Untuk alur cerita disini terbilang lambat jadi nikmati aja apa yang ada lah yah !

Daftar Isi :


Mainstory
  1. Prolog
  2. Chapter 1 : Sebab & Akibat
  3. Chapter 2 : Rasa Takut
  4. Chapter 3 : V
  5. Chapter 4 : Sesuatu yang Berharga
  6. Chapter 5 : Keadaan Berbalik
  7. Chapter 6 : Buah Dari Usaha
  8. Chapter 7 : Vision
  9. Chapter 8 : The Fallen Sister
  10. Chapter 9 : Pembalasan Pria Tua
  11. Chapter 10 : Harga diri yang Terjual
  12. Chapter 11 : Harga & Realita
  13. Chapter 12 : Dilema Cinta & Kasih Sayang
  14. Chapter 13 : Cinta, Kemana kau pergi ?
  15. Chapter 14 : Sebuah Kesepakatan
  16. Epilog
  17. Special Chapter 1 : Pria Tua Yang Beruntung
  18. Special Chapter 2 : Tempat Umum
Sidestory 1 : Akhwat yang Terjebak
  1. Chapter 1 : Spoiler
  2. Chapter 2 : Sekuntum Bunga
Salam semprot dan Semangat membaca genkz !
 
Terakhir diubah:
Kalau tidak bisa melihat gambar dalam thread, kemungkinan browser Anda menggunakan fitur adblocker

Topi-Jerami

Guru Semprot
Thread Starter
Daftar
3 Jan 2021
Post
713
Like diterima
15.379
PROLOG
Pagi terasa begitu indah bagi setiap mahasiswa yang menikmati waktu rehat ditengah jadwal padat yang harus dihadapi selama fase perkuliahan berlangsung. Kantin menjadi salah satu tempat favorit yang paling sering dikunjungi untuk berkumpul bersama sahabat, teman maupun pacar kesayangan. Terlihat beberapa kelompok saling menggerombol membentuk grup - grup tertentu saling mengobrolkan sesuatu sembari mengisi waktu luang selama jam istirahat berlangsung. Kantin itu terlihat ramai kecuali salah satu sudut yang berada di ujung kantin. Sudut yang saat itu ditempati oleh seseorang yang tengah sendiri bersama laptop yang dimilikinya.

Sebagai pemuda yang memiliki kepribadian tertutup. Ia tidak memiliki banyak teman. Hanya beberapa saja yang mau berteman dengan lelaki sepertinya. Ia adalah pemuda yang biasa - biasa saja yang tidak memiliki suatu ketrampilan apapun yang mencolok, ia juga tak pandai berolahraga, tubuhnya pun kurus mendekati kerempeng dan ia tidak memiliki kelebihan wajah yang tampan nan rupawan. Lantas apa yang bisa dibanggakan apabila memiliki teman sepertinya ?

Mungkin seperti itu lah yang terbenak dalam pikirannya ketika ia mulai mencari - cari alasan kenapa dirinya tak memiliki banyak teman bahkan setelah empat bulan berlalu semenjak ia berkuliah di universitas ini. Ya, Orang yang dimaksud adalah mahasiswa semester satu yang baru saja mengikuti kegiatan ospek sekitar empat bulan yang lalu. Orang tuanya memberikan nama Rizal Alfiansyah kepadanya. Teman - teman sekelas biasa memanggilnya dengan sebutan Rizal. Rizal baru berusia 18 tahun. Posturnya tinggi kurus , berkulit putih pucat dengan wajah yang biasa - biasa saja tidak tampan apalagi jelek. Tiap hari Rizal harus bolak - balik rumah ke kampus guna mengikuti perkuliahan yang berada di universitas ini. Sebagai lelaki yang memiliki kepribadian intovert, Rizal mengambil jurusan komputer agar dirinya tidak mengalami kesulitan selama mengikuti perkuliahan. Karena bagi Rizal jurusan komputer membuatnya tidak mengharuskan komunikasi yang berlebih kepada orang sekitar. Rizal jadi lebih fokus pada komputernya memahami bahasa pemrograman dan bahasa komputer lainnya.

“Terima kasih” kata Rizal dikala penjaga kantin disini membawakan satu porsi mie sedap goreng yang sudah ia pesan sebelumnya.

Kemudian tangan kanannya bergerak mengambil sendok untuk mengaduk - ngaduk segelas Ice tea yang sudah terlebih dulu dipesan sebelumnya. Rizal bersenandung mengikuti irama ketukan yang terdengar dari segelas ice tea yang berada dihadapannya. Kesegaran mulai terasa ketika melihat lelehan ice tea yang keluar dari gelas yang dimilikinya. Rizal menyeruputnya menggunakan sedotan berwarna hijau hingga kesegaran mulai mengalir di dalam dirinya. Rizal menganggukan kepala merasa puas atas minuman yang dihargai sebesar lima ribu rupiah ini.

“Oke waktunya bekerja lagi” kata Rizal sambil merenggangkan tangan melemaskan tiap otot yang kaku setelah pagi tadi tertidur di dalam kelas tanpa sempat memperhatikan penjelasan dosen ketika perkuliahan berlangsung.

Matanya menatap fokus ke arah layar. Jemarinya bergerak dengan sendirinya untuk mengetikan satu persatu huruf guna meresume bab dari sebuah buku di mata perkuliahan Pancasila yang akan dikumpulkan nanti sekitar pukul sebelas siang. Rizal merasa heran, mengapa jurusan Komputer bisa memiliki mata perkuliahan Pancasila ? Bukankah tidak ada kaitannya sama sekali dengan jurusan Komputer ? Akan tetapi dosenku pernah berkata bahwa mata kuliah Pancasila itu wajib bagi setiap jurusan di seluruh kampus yang ada di negeri ini. Alasannya jelas agar setiap mahasiswa dapat mengambil nilai - nilai Pancasila yang tergantung di dalamnya. Akan tetapi apakah kebijakan ini termasuk hal yang positif ? Apakah kebijakan ini memiliki dampak bagi setiap mahasiswa yang mempelajarinya ? Entahlah aku tak terlalu peduli dengan mata kuliah yang sedang ku ambil ini..

“Aduh, kok udah jam sembilan aja nih” katanya setelah melihat ke arah jam yang melingkar di tangan kirinya.

Sebagai seorang pro, Rizal tak perlu melihat ke arah keyboard ketika ia sedang mengetik sesuatu menggunakan laptop kesayangannya. Banyak orang berkata bahwa sahabat adalah tempat terbaik untuk berbagi rahasia juga cerita. Sahabat akan sangat tahu segala hal yang ada pada dirimu begitupula sebaliknya seseorang akan sangat tahu tentang seluk beluk sahabatnya.

Begitupula dengan dirinya. Bagi Rizal, laptop adalah sahabat terbaiknya. Rizal sangat tahu dimana posisi huruf Q dalam sebuah keyboard yang letaknya berada di ujung sebelah kiri bagian atas. Begitupula huruf M yang berada di ujung yang berseberangan dengan huruf Q. Rizal tahu semua letak tombol keyboard tanpa perlu menghafalkannya. Semua itu terjadi karena dirinya sering memainkan sebuah game yang ada di laptopnya sejak kecil. Orang tuanya sangat menyayangi Rizal sehingga mereka akan melakukan segala hal agar putra kesayangannya merasa senang dan juga bahagia. Mereka juga sangat mengkhawatirkan Rizal sehingga melarang dirinya untuk bermain di luar rumah. Mereka akan melakukan apa saja agar Rizal bisa betah di dalam rumah. Salah satunya dengan membuatnya bersahabat dengan laptopnya.

QWERTYUIOP, ASDFGHJKL dan ZXCVBNM. Begitulah urutan huruf dari keyboard mulai dari atas ke bawah. Hebat bukan ? layakkah Rizal mendapatkan sebuah sertifikat penghargaan ? harusnya seperti itu karena tidak semua orang mampu menghafalkan sesuatu yang dianggap sepele untuk kehidupan sehari - hari sepertinya.

Sebentar kemudian terdengar suara riuh dari pengunjung kantin membuat fokus semua mata tertuju ke satu arah. Beberapa mahasiswa yang melihatnya langsung terpesona, beberapa mahasiswa ada yang terpukau dan beberapa yang lain lagi histeris begitu antusias ketika melihat sekelompok mahasiswi yang datang memasuki kantin. Dalam sekejap aroma harum semerbak mengharumkan seisi ruangan. Sebuah pemandangan indah yang dapat menyejukan hati dan pikiran pun tersaji dari arah pintu masuk kantin.

Mereka menyebut diri mereka sebagai Mawar Putih. Mereka adalah empat mahasiswi cantik yang begitu populer di kalangan mahasiswa kampus sini. Kepopuleran mereka bagaikan bintang hallyu yang mendominasi seisi kampus. Ketika ada seseorang yang menyebut nama Mawar Putih sudah pasti pikiran mereka langsung tertuju membayangkan ke arah empat mahasiswi cantik yang membuat seluruh penghuni kampus baik itu dari mahasiswanya, dosennya atau bahkan staff atau office boy kampus sekalipun mupeng ingin berkenalan dengan mereka. Nama Mawar Putih yang tersemat pada geng mereka terinspirasi dari arti dan filosofi bunga tersebut. Mawar Putih bisa berarti cinta abadi, sesuatu yang menyenangkan dan misterius.


Seseorang yang berjalan paling depan bernama Agnes Miladia. Ia adalah leader atau ketua dari geng Mawar Putih. Agnes merupakan mahasiswi tahun ketiga berambut pendek, berkulit eksotis, bermata sipit dan sering berpakaian sexy. Bulatan indah yang tercetak di balik tanktop yang ia kenakan sangat menggoda. Kulitnya sungguh kencang membuat mata Rizal berkunang - kunang membayangkan rupa dari apa yang tersembunyi dibalik pakaiannya yang mengundang nafsu birahi. Agnes sangat suka berolahraga maka tak heran apabila ia memiliki body goals yang sangat ia banggakan dihadapan orang - orang. Walau sering kali berpakaian terbuka yang mengundang gairah seksualitas bagi setiap pria yang menatapnya tapi Agnes bukanlah tipe wanita murahan yang gemar menggoda setiap pria berhidung belang. Sebaliknya ia memiliki sikap yang sensitif tiap kali ada lelaki yang menatap tubuhnya dengan tatapan kotor. Tak jarang apabila ia mendapati perilaku lelaki yang tak sopan kepadanya ia akan melaporkan lelaki tersebut ke pacarnya yang bernama Galang Kharisma. Galang tak akan segan untuk menghajar tiap lelaki yang melakukan sesuatu yang tidak - tidak terhadap pacarnya. Apalagi Galang memiliki tubuh yang kekar, dadanya pun bidang siapa pun yang melawan pasti akan ia tendang. Sikap Agnes yang arogan dalam melakukan suatu tindakan membuat orang - orang kadang benci kepadanya terutama dari kaum wanita yang iri akan kecantikan dan kepopuleran yang dimilikinya.

Sementara yang berjalan dibelakangnya bernama Dea Ananda. Dea berusia 21 tahun. Satu tahun lebih tua dari Agnes. Dia adalah second commander of the group. Dia adalah wakil yang memiliki jabatan tertinggi kedua setelah Agnes. Walau ia lebih tua daripada Agnes bahkan yang tertua dari keempat teman gengnya. Wajahnya lah yang paling imut , manis dan menggemaskan diantara mereka berempat. Tubuhnya langsing juga sangat ramping diantara mereka semua. Bisa dibilang ia adalah gadis favorit setiap orang. Siapa yang tidak jatuh cinta pada tatapan pertama ketika melihatnya ? Ia juga memiliki aura misterius yang terpancar dari wajahnya. Banyak orang yang masih penasaran mengenai sikap aslinya yang masih tersembunyi. Ia dikenal sebagai sahabat baiknya Agnes. Sikapnya juga galak dan kadang menyeramkan akan tetapi ia sangat menyayangi adiknya yang saat ini berada di tingkat akhir SMA. Omong - omong Dea baru saja putus dari mantannya beberapa hari yang lalu membuat ia menjadi pribadi yang sensitif tiap kali mendengar kata ‘pacar’ atau kata lain yang sejenis dengannya.

Tepat dibelakangnya bernama Aulia Reficha An - Najar. Ia sering kali dipanggil dengan sebutan Vika oleh teman - temannya. Ia seusia Dea hanya lebih muda beberapa bulan saja darinya. Wajahnya terlihat judes menampilkan kesan galak ketika pertama kali melihatnya. Kalau Agnes dikenal karena memiliki tubuh yang ideal juga aura sexy yang terpancar dari wajahnya, sedangkan Dea dikenal karena memiliki tubuh kurus yang ramping juga wajah imut yang menggemaskan maka Vika dikenal karena memiliki tubuh yang montok, elok nan menggoda. Bibirnya cukup tebal membuat beberapa pria gemas ingin melumatnya hingga habis. Selain itu terdapat lesung pipi yang melekat di wajahnya yang agak kearab - araban. Kulitnya pun mulus menawan. Andaikan mereka berempat adalah girlgroup maka Vika berposisi sebagai Face of the group. Ia adalah wajah yang mewakili keseluruhan grup. Ia adalah yang tercantik dari geng Mawar Putih. Rambutnya panjang yang selalu ia gerai hingga menutupi punggungnya. Pakaian ketat yang membalut seluruh tubuhnya membuatnya terlihat menggiurkan. Beberapa pria baik itu mahasiswa, dosen bahkan OB rendahan begitu mupeng ingin mencicipi lekukan tubuh indah yang sering ia pamerkan.Vika merupakan anak dari orang kaya yang terbiasa hidup dengan bergelimangan harta. Walau seperti itu ia tak mau melibatkan harta orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan kesehariannya. Ia sudah bisa mandiri bermodalkan sebuah ambisi yang sudah lama ia miliki. Wajahnya sudah sangat familiar karena sering muncul di majalah - majalah terkenal. Vika juga memiliki sifat yang sensitif terutama mengenai penampilannya. Sekali saja ada yang melakukan body shaming kepadanya. Wah bisa - bisa satu gedung ambruk gara - gara terkena amarahnya. Oleh karena itulah ia sangat dilindungi oleh teman satu gengnya terutama oleh Agnes dan Dea. Mereka berdua selalu menjaga perasaan satu sama lain dan tidak segan untuk melakukan hal apapun untuk melindungi membernya yang paling cantik ini.

Sementara yang terakhir yang berjalan paling belakang merupakan maknae of the group bernama Tasya Kamelia Adinda. Ia adalah yang termuda dari geng Mawar Putih. Ia memiliki wajah yang manis lagi menggemaskan juga lekuk tubuh yang ideal menggoda. Ia seringkali mengenakan pakaian ketat membuat orang - orang begitu tertarik tiapkali melihat benda empuk yang selalu menonjol dibalik tanktop yang ia kenakan. Tasya merupakan wanita yang sangat menggemari dunia fashion. Bisa dibilang ia lah yang seringkali mengenakan pakaian modis juga tak segan untuk mewarnai rambutnya agar terlihat semakin indah. Ia berasal dari keluarga yang kaya raya. Ia merupakan anak terakhir di keluarganya yang membuatnya sering dimanja oleh orang tuanya. Apapun keinginan yang diminta oleh Tasya pasti akan dikabulkan oleh kedua orang tuanya, walaupun permintaannya aneh - aneh. Maka tak heran apabila Tasya mudah marah apabila ada keinginannya yang tak terwujud. Karena itulah sebagai seorang maknae sudah sepantasnya dirinya membutuhkan sebuah perlindungan dari kakak - kakak satu gengnya.

Mereka berempat adalah anggota geng Mawar Putih yang terkenal di kampus ini. Walau mereka memiliki wajah yang cantik dengan lekuk tubuh yang indah mempesona. Terkadang mereka memiliki sikap yang sangat menyebalkan terutama kepada adik kelas mereka, baik itu yang lelaki maupun yang perempuan. Rizal masih ingat betul ketika dirinya masih mengikuti masa ospek sekitar empat bulan yang lalu. Mereka sangat kejam tak jarang memarahi kami bahkan memukuli kami dengan sebilah bambu yang sudah dipotong mirip seperti tongkat pemukul. Maka tak heran banyak dari angkatanku yang berjalan pincang setelah masa ospek berakhir. Tidak cukup hanya di masa ospek rupanya, terkadang sikap buruk mereka berlanjut hingga ke masa kuliah berlangsung. Mereka sering kali membully adik kelas. Mereka melakukan semuanya secara diam - diam sehingga banyak orang tidak mengetahui sikap asli mereka yang memiliki peringai buruk. Mayoritas penghuni kampus disini masih menganggap mereka sebagai sebuah geng sempurna yang berisi banyak wanita cantik.

Rizal berani berkata demikian karena dirinya pernah menjadi korban bully mereka. Masih hangat dalam ingatan pembullyan yang pernah mereka lakukan kepada Rizal yang terjadi sekitar lima hari yang lalu. Masalah sepele sebenarnya hanya karena masalah parkir. Ceritanya Rizal yang saat itu pergi ke kampus menaiki sepeda motor berhenti di tempat parkiran yang rupanya telah mereka booking untuk memarkirkan sepeda motor mereka masing - masing secara berjejeran. Rizal yang tidak tahu menahu terkejut ketika Agnes yang merupakan ketua dari geng Mawar Putih mendatanginya dan menyemprotnya dengan berbagai kata umpatan yang membuat Rizal merasa sakit hati. Kerah kemeja yang ia kenakan juga dicengkram oleh Vika hingga pakaian Rizal pun lecek karenanya. Dea dan Tasya hanya menertawainya yang membuat Rizal merasa semakin sakit hati dibuatnya. Saat itu Rizal hanya bisa pasrah tak berdaya, ia tak ingin membuat masalah terhadap mereka. Rizal hanya mampu menyimpan rasa sakit hati serta dendam yang sangat ingin dilampiaskan pada mereka. Tapi Rizal masih bisa bersabar mencoba melupakan semua hal yang pernah mereka lakukan kepadanya.

Kebetulan bel kembali berbunyi menandakan jam perkuliahan berikutnya akan segera dimulai. Beberapa mahasiswa mulai pergi mengosongkan area kantin untuk kembali ke kelas masing - masing. Tersisa beberapa mahasiswa saja yang menetap di kantin termasuk Rizal yang saat ini duduk di dekat jendela. Kebetulan Rizal tak memiliki jam kuliah lagi setelah ini membuatnya memiliki waktu lebih guna menyelesaikan tugas resume sebelum waktu deadline yang telah ditentukan berakhir.

Rizal menghela nafas ketika melihat mereka berempat berjalan bersama ke arahnya. Rizal tak tahu apa lagi yang ingin mereka lakukan terjadapnya. Rizal pun mencoba tak peduli dan berusaha mengabaikannya guna menyelesaikan tugas kuliahnya sebelum deadline yang telah ditentukan berakhir. Dea juga Vika menduduki kursi kosong di sebelah kanan kiri Rizal sambil tersenyum menatap ke arahnya membuat Rizal merasa tidak nyaman dibuatnya. Sementara Tasya sang maknae duduk di kursi kosong dihadapannya. Kebetulan setiap meja di kantin ini hanya tersedia empat saja membuat Agnes yang tidak kebagian berdiri di belakang Rizal sambil menekan bahu Rizal menggunakan telapak tangannya.

“Eh bocah pindah dong, aku mau duduk disini bareng temen - temen aku soalnya” kata Agnes berniat mengusirnya.

Rizal yang sudah terlanjur nyaman duduk di kursi ini merasa risih dengan sikap mereka yang hendak mengusirnya secara halus. Padahal ada banyak dari belasan meja kosong yang bisa mereka tempati bersama. Kenapa mereka harus repot - repot memilih meja yang saat ini sudah Rizal tempati sedari tadi ?

“Maaf kak… aku lagi ngerjain tugas… sedikit lagi mau selesai kok” jawab Rizal mencoba berbicara sesopan mungkin kepada kakak tingkatnya.

“Loh hahahah… Berani banget sih anak baru ini… Padahal kak Agnes udah berusaha lembut loh” ucap Tasya tertawa.

“Ahahaha tau nih… Padahal tinggal pindah aja apa susahnya coba” kata Vika ikut menertawai Rizal. Dea yang sedari tadi diam menatap ke arah Rizal dengan mengernyitkan dahinya mulai teringat sesuatu.

“Eh gaes… kalau gak salah bukannya si kurus ini yang kemarin yah… waktu di parkiran itu loh kalian masih inget gak ?” kata Dea mencoba mengingatkan temannya.

“Ah iya… Jadi si kurus ini orang yang waktu itu yah… Rupanya sekarang udah jadi jagoan nih… sok berani menentang kata - kataku” kata Agnes sambil menepuk - nepuk bahu Rizal.

“Oh iya… Iya aku inget… Ahahaha mau bikin masalah lagi yah dengan kami ? Ayolah pindah… Mumpung kami lagi baik nih” kata Vika mengangkat tangan kurus Rizal dan mengibaskannya selayaknya sehelai bendera yang berkibar hingga membuat Rizal tersinggung.

Rizal tak berani menatap mereka. Rizal hanya pasrah berdiam diri mendengarkan tiap suara tawa yang terucap ketika dirinya direndahkan oleh mereka. Perlahan Rizal mulai tersinggung dengan sikap mereka, amarah yang sedari tadi dibendung pun meledak terutama ketika Vika mengibaskan tangan Rizal seolah sedang menunjukan bahwa Rizal si kurus yang terlihat lemah ini tak sebanding dengan mereka.

“Lepaskan dasar gendut !” ucap Rizal spontan.

Satu persatu mulai dari Vika itu sendiri, Dea yang sedari tadi diam tak mengejekku juga dengan Tasya yang hanya menertawaiku bahkan Agnes yang sedari tadi dibelakangku terlihat marah ketika mendengar ucapanku.

Gawat !

“Apa ? Coba bilang lagi apa yang baru kamu ucapkan itu ?” tanya Agnes dengan nada yang agak meninggi.

“Apa yang kamu bilang ? Apa ? Coba ucapkan lagi perkataanmu tadi !” kata Vika tersinggung mencengkram kerah pakaian Rizal kembali.

“Kok berani yah mulutmu ngejek salah satu dari kami ? Udah kerempeng… Jelek… Sok jagoan lagi” ucap Dea menatap Rizal dengan tatapan sinis.

“Dasar gak tau diri… Udah dibaikin malah ngejek… Nantang nih ceritanya ? Jadi apa yang harus kita lakukan nih kak ke orang yang sok jagoan ini ?” tanya Tasya menunggu komando bersiap - siap untuk melakukan sesuatu pada Rizal.

“Ma… maaaf tadi keceplosan kak !” kata Rizal mencoba merendah.

“Apa ? keceplosan ? coba bilang lagi apa yang kamu ucapkan barusan ke salah satu dari kami ?” ucap Agnes yang tangan kananya sudah mencengkram bahu sebelah kanan Rizal.

“Maaf… tadi gak sengaja… aku terlalu emosi kak… Ampun !!!”

“Emosi hah ? Kok jawabannya gak nyambung sih… Coba katakan lagi apa yang baru kamu ucapkan !” tanya Agnes memaksa Rizal.

“Lepas…” kata Rizal ragu.

“Lepas apa hah ? ayo ucapkan” tanya Vika kesal memperkuat cengkramannya di pakaian Rizal.

Rizal menatap ke arah sekitar melihat keadaan yang mulai sepi di dalam kantin kampus ini. beberapa ada yang memandang ke arahnya terutama pegawai kantin yang terlihat takut ketika geng Mawar Putih mulai menginterogasinya satu persatu.

“Lepaskan dasar gendut !” ucapku dengan suara lirih.

Agnes tersenyum masam. Ia bergerak maju dari belakang Rizal menuju ke arah meja untuk mengambil sesuatu. Tanpa basa - basi lagi ia langsung menyiramkan sisa Ice tea ke arah wajah Rizal yang membuatnya terkejut bukan main. Tak cukup sampai disitu rupanya. Vika yang masih tersinggung dengan ucapan Rizal mengambil piring berisi mie goreng yang belum sempat Rizal makan tadi dan menumpahkannya tepat ke atas kepalanya.

Marah, jengkel dan merasa terhina itulah perasaan yang saat ini Rizal alami ketika mereka berempat merendahkannya seperti ini. Setelah itu mereka semua tertawa puas sambil pergi menuju meja yang berada di sebelah Rizal. Sebentar kemudian salah satu penjaga kantin berjalan mendekat ke arah Rizal membawakan sehelai handuk untuk membersihkan sisa makanan yang berserakan di seluruh tubuhnya. Rambut Rizal telah dipenuhi oleh aroma mie instan dan wajah beserta kemejanya basah terkena siraman Ice tea.

“Udah biarin aja bu… orang seperti itu memang pantas dihukum hahahaha” kata Dea menahan penjaga kantin yang berniat menghampiriku.

“Ahahahaha rasain ! rasain ! makan tuh mie !” kata Vika yang diikuti tawa oleh mereka berempat.

“Dah gapapa bu… terima kasih atas bantuannya” kata Rizal kepada ibu penjaga kantin yang berniat baik kepada Rizal.

“Maaf yah mas atas ketidaknyamanannya… saya…. ”

“Udah iya gapapa… saya baik - baik saja kok bu” kata Rizal mencoba tabah.

Rizal melihat mereka masih membicarakannya dan menertawai harga dirinya yang telah direnggut oleh mereka. Rizal melihat salah satu dari mereka membuka laptop sepertinya ingin mengerjakan tugas juga seperti dirinya. Rizal menggelengkan kepala tak menyangka bahwa ia akan dipermalukan seperti ini. Rizal mengetik sejenak di hadapan laptopnya guna menyelesaikan beberapa paragraph yang terasa nanggung ingin ia selesaikan.

Setelah usai Rizal menutup layar laptopnya bersiap - siap pergi menjauh dari tempat ini. ketika Rizal melewati meja yang ditempati oleh mereka. Suara tawa kembali terdengar membuat hatinya terasa sakit. Namun aku mencoba acuh berusaha bersabar agar api amarah tak tersulut oleh mereka.

“Eh ada email dari siapa nih ?” kata Agnes.

“Siapa emang ? dari siapa kak ?” tanya Tasya.

“Halah palingan email iseng kaya kemarin” ucap Vika.

“Hahaha bener juga… Agnes kan banyak fans nya… wajar dong kalau sering dapet email iseng” kata Dea yang diikuti oleh tawa mereka berempat.

“Eh kok ? ada yang mesen mie instan apa yah ? kok ada bau - bau sedap begini ?” kata Tasya berniat menyindir.

“Eh iya… Ahahaha jadi laper nih mencium aromanya” kata Vika tertawa.

Rizal melangkah menjauh mengabaikan tiap suara yang mereka dendangkan. Suara tawa mereka masihlah sangat keras. Tepat di pintu keluar masuk kantin, Rizal menoleh sejenak ke arah mereka berempat. Rizal pun menyeringai mengingat apa saja perbuatan yang sudah mereka berempat lakukan kepadanya.

“Tunggu aja kalian… kita lihat siapa yang akan tertawa di akhir nanti !” lirih Rizal sebelum keluar dari kantin ini.

Bersambung ke CHAPTER 1

No Quote
 
Terakhir diubah:

Topi-Jerami

Guru Semprot
Thread Starter
Daftar
3 Jan 2021
Post
713
Like diterima
15.379
CHAPTER 1

SEBAB & AKIBAT

Jangan suka meremehkan kelemahan orang lain. Sebab jika kata remeh anda itu menjadi kendaraan motivasi baginya, anda akan ditabrak oleh perkataan anda sendiri.
~ Firman Nofeki

Sore hari sekitar pukul empat Agnes sedang duduk disalah satu café yang berada di dalam mall. Ia terlihat menunggu seseorang. Jemarinya sibuk mengetikan sesuatu di hapenya. Sesekali tangannya bergerak mengambil segelas lemon tea yang berada di atas meja untuk meminumnya. Terlihat tetesan air yang tak sempat masuk ke dalam mulutnya mengalir jatuh dari tepi bibirnya yang indah menuju tanktop berwarna putih yang sedang ia kenakan. Andai ada yang melihatnya sudah pasti nafsu mereka bergetar melihat pemandangan sexy yang sangat mengundang birahi.

“Duh kok tumpah sih” katanya sambil mengambil tisu mengelap sisa tetesan air yang jatuh di tanktopnya.

Agnes melihat ke arah sekitar mencari tahu ada dimana orang itu sekarang. Sesekali ia melihat ke arah jam tangannya mengecek waktu detik demi detik yang telah berlalu. Perasaannya tidak enak membuat ia merasa bosan sehingga laptop yang sedari tadi dibawanya pun dibuka. Setelah selesai kuliah Agnes tidak sempat pulang ke kosannya. Ia lebih memilih jalan bersama pacarnya yang bernama Galang untuk bersenang - senang. Tapi saat ini ia agak kesal karena Galang yang telah mengajaknya jalan - jalan menghilang tanpa jejak.

“Katanya mau ke kamar mandi… tapi kok lama banget gak balik - balik sih” ketus Agnes.

Mau mengerjakan tugas tapi merasa bete. Mau nonton film suasananya kurang asyik. Mau mendengarkan lagu sambil menunggu tapi gak bawa headset. Serba salah situasi yang saat ini sedang ia lalui. Tak berselang lama tiba - tiba ada sesosok pria berusia empat puluhan yang datang mendekat ke arahnya. Tanpa adanya perkenalan juga tanpa adanya kata - kata yang terucap ia langsung duduk di kursi kosong yang seharusnya ditempati oleh Galang dihadapan Agnes.

“Selamat sore cantik… sendirian aja nih !” katanya berbasa - basi.

Agnes mengernyitkan dahi sudah paham situasi apa yang akan dialami olehnya. Sebagai gadis cantik yang sering berpakaian sexy Agnes sudah sering mengalami situasi seperti ini. Situasi dimana om - om berhidung belang sedang berusaha mencari wanita cantik untuk menjadi sugar baby atau hanya sekedar untuk one night stand.

“Ya sore” jawab Agnes dengan dingin.

“Sedang apa nih cantik… sore - sore kok sendirian sih disini” katanya sambil berusaha menyentuh tangan Agnes.

Agnes menarik tangannya menolak kulitnya yang mulus disentuh oleh pria setengah tua sepertinya. Ia hanya diam mencoba mengetikan sesuatu di depan layar laptopnya.

Suka nih yang diem - diem ada perlawanan.

Kata sang pria setengah tua di dalam hatinya. Mata pria tua itu jelalatan mencoba mengintip ke arah belahan dada Agnes yang sudah terlihat. Ia mulai mengira - ngira seberapa besar diameter dari bulatan indah yang pikirnya akan sebentar lagi ia nikmati. Lidahnya keluar menjilati bibirnya tanpa mampu ia kontrol. Ia juga melihat ke arah bahu Agnes yang terbuka. Bahunya terlihat mulus dan terasa halus membuatnya terbayang akan keseluruhan tubuh Agnes yang sedang tak berpakaian. Bagaimana yah rupa dari putingnya ? ah ia sudah tak mampu berpikiran jernih lagi. Membayangkan dirinya mampu menyodok - nyodok tubuh sexy Agnes hingga kelojotan sudah mampu membuatnya tersenyum mesum. Ia tak sabar ingin mencicipi keseluruhan tubuhnya mulai dari ujung rambut hingga ujung jempol kakinya.

“Saya Ade… panggil saja om Ade yah cantik” katanya menjulurkan tangan yang tak dibalas sama sekali oleh Agnes.

Om Ade hanya tersenyum melihat sikap Agnes yang acuh kepadanya. Ia tak menyerah mencoba untuk merayu gadis cantik yang sedang duduk dihadapannya.

“Sayang… malam ini kosong gak ? mau nemenin om shopping ?” ajaknya sambil memegangi punggung tangan Agnes yang halus nan mulus.

“Lepaskan !” kata Agnes yang langsung lepas dari cengkraman tangan si pria setengah tua itu.

Om Ade tak patah arang. Ia bangkit dari kursinya bergerak ke arah belakang Agnes. Kedua tangannya bertumpu memegangi bahu Agnes yang mulus. Tangannya dengan lembut mengusap - ngusap bahu Agnes hingga membuat pemiliknya merinding.

Halus banget kulitmu sayang… Om jadi gak tahan.

Agnes merasa risih tak nyaman dengan situasi yang sedang ia hadapi.

“Sayang… kamu mau kan nemenin om malam ini ? Berapapun tarif yang kamu pinta pasti akan om turutin kok” bisiknya di telinga Agnes. Om Ade bahkan menjilati daun telinga Agnes hingga membuatnya bergidik jijik merasakan sensasi yang menurutnya sudah kelewatan ini.

“Lepaskan atau saya akan teriak !” ucap Agnes mengancam.

“Ah kamu yakin ? padahal kamu suka diperlakukan seperti ini kan ?” katanya sambil mengusap - ngusap bahu Agnes dengan penuh perasaan. Usapannya dengan lembut turun menyentuh punggung Agnes. Perlahan tapi pasti usapannya mulai maju bergerak hingga ujung jemarinya menyentuh sesuatu yang kenyal yang menggantung di dada Agnes yang membuatnya semakin penasaran.

Kena kau !

Agnes tak sanggup berteriak ia mencoba menjaga harga dirinya karena tak ingin orang - orang disekitarnya tahu kalau dirinya sedang dipermalukan seperti ini. Ia dengan otodidak menggerakan kedua bahunya maju mundur secara bergantian untuk melepaskan cengkraman Om Ade di tubuhnya yang ramping.

“Lepaskan dasar kurang ajar !” ucap Agnes lirih.

“Mana ? katanya mau teriak ? suka kan Om beginiin” katanya ketika senti demi senti jemarinya mulai mendaki kedua bukit indah yang sangat ia idamkan.

Empuknya… kenyalnya toket cewek ini… sebentar lagi benda bulat yang mengagumkan ini akan jadi mili…….

Plakkkkkk !


Om Ade terhempas ke arah samping membuat seisi café terkejut menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Agnes juga terkejut ia melihat ke arah yang berlawanan dari posisi Om Ade tersungkur.

“Sayang ?” kata Agnes bangkit dari kursinya kemudian memeluk kekasihnya dengan erat.

“Tenang teman - teman… saya disini cuma ingin memberikan pelajaran kepada orang yang berani kurang ajar ke pacar saya” kata Galang dengan suara yang lantang.

Om Ade yang tersungkur marah dipermalukan seperti ini. Dari hidungnya keluar darah segar yang masih mengucur. Ia menatap ke arah Galang dengan tatapan benci. Galang menyeringai puas setelah menghajar pria yang kurang ajar kepada pacarnya.

“Terima kasih kak” kata Agnes sambil mengecup pipi Galang.

“Gak usah dipikirkan sayang… itu udah menjadi tugasku” jawab Galang merangkul pinggang Agnes seolah dirinya sedang menegaskan statusnya bahwa ia adalah pacar Agnes yang sah.

Sebentar kemudian dua orang security mendekat mencari tahu mengenai masalah apa yang sebenarnya terjadi disini.

“Sebentar yah sayang… aku mau memberikan keterangan ke dua satpam itu” katanya.

“Iya kak” jawab Agnes tersenyum.

Setelah mendapatkan informasi dari Galang. Dua orang security itu pun langsung berniat membawa Om Ade menuju kantor security untuk mengintrogasinya lebih lanjut. Namun darah masih mengucur membuat pemilik café memberikan tisu untuk menghentikan pendarahannya sejenak.

“Maaf yah sayang kalau tadi lama” kata Galang memeluk tubuh ramping Agnes dengan erat.

“Lagian ngapain sih kok lama banget” jawab Agnes membalas pelukan Galang.

“Hehe mules sayang gara - gara ngerujak tadi pagi di kosan temen”

“Ih gak keren banget alesannya” jawab Agnes yang membuat Galang tertawa.

“Hahahha… Oh yah malam ini mau nemenin aku di rumah gak ? kebetulan kedua orang tuaku lagi pergi ke luar kota” ajak Galang.

“Keluar kota ?” jawab Agnes sembari duduk di kursi café.

“Iya… biasa masalah pekerjaan jadinya aku sendirian di rumah… Ya gak sendiri juga sih masih ada pembantuku soalnya… Tapi menurutku kalau kamu mau ikut ke rumah… Semuanya akan jadi lebih seru malam ini” ucap Galang.

“Seru ?” kata Agnes tersenyum menyadari niat pacarnya.

“Bilang aja butuh guling buat tidur entar malem” lanjut Agnes yang membuat Galang tertawa.

“Hahaha jangan bikin semuanya keliatan jelas dong sayang… kita main rumah - rumahan aja nanti malam… Aku jadi suami kamu jadi istriku gimana ?” kata Galang.

“Huuuu yaudah deh… Tapi jangan macem - macem aja loh yah awas ! Inget perjanjian kita saat awal pacaran !” jawab Agnes mengingatkan Galang mengenai perjanjian saat awal dirinya menembak Agnes untuk jadi pacarnya.

“Tau kok sayang… iya... aku gak akan macam - macam… aku akan dukung kamu buat menjaga prinsip yang ingin kamu tegakkan dengan menjaga keperawananmu hingga kita menikah nanti” kata Galang menggenggam tangan Agnes dan mengecupnya dengan penuh kelembutan.

“Terima kasih kakak Galang” jawab Agnes tersenyum.

“Sama - sama dedek Agnes yang cantik” jawab Galang.

“Lepaskan ! saya bisa berjalan sendiri menuju kantor kalian” ucap Om Ade yang sempoyongan setelah diberi tisu oleh penjaga café untuk mengelap darah yang masih keluar dari dalam hidungnya. Om Ade melihat ke arah meja yang dihuni oleh Galang dan Agnes. Terlihat Galang tersenyum menyeringai mengacungkan jari tengah ke arahnya. Om Ade berbalik arah berjalan dengan hati - hati menuju kantor security yang berada di lantai satu.

Jadi Agnes yah namanya ? awas aja kalian karena berani macam - macam dengan saya.


*-*-*-*

"Bagaimana rumahku sayang ? kamu nyaman kan tinggal disini ?" kata Galang menunjukan rumah mewahnya pada Agnes.

"Wah besar banget kak... Luas banget disini..." jawab Agnes terkagum.

"Enakin yah sayang... Anggap aja rumah sendiri" kata Galang.

"Iya... pastinya kak" jawab Agnes tersenyum.

Untuk pertama kalinya setelah sebelas hari jadian Agnes mengunjungi rumah pacarnya. Ia cukup terkejut karena rumah Galang ternyata sangat mewah bertingkat dua dengan interior ruang tamu yang menakjubkan. Tepat setelah memasuki pintu masuk Agnes langsung melihat sebuah aquarium yang menempel di dinding. Di dalamnya terdapat banyak sekali ikan hias yang indah. Bantal - bantal kecil menghiasi sofa ruang tamu yang empuk. Taplak meja berwarna putih terlihat bersih dan higenis. Banyak kue - kue dan biskuit yang tersimpan di dalam toples tersaji untuk para tamu yang mengunjungi rumah ini.

Agnes tersenyum membayangkan suatu saat nanti dirinya akan tinggal di rumah sebesar ini bersama sang kekasih yang ia cintai. Galang adalah kakak tingkatnya. Galang berada di tingkat akhir masa perkuliahan yang berarti ia membutuhkan banyak support terutama dari orang yang sangat ia cintai guna membantunya dalam menyelesaikan projek akhir skripsi.

Sebelum mereka berdua berpacaran. Kedekatan Agnes dengan Galang sudah terlihat oleh kebanyakan orang. Beberapa orang bahkan telah menduga kalau mereka berdua sudah berpacaran sejak lama. Kedekatan mereka bermula semenjak Agnes dan Galang mengambil ekstrakurikuler bersama. Mereka sama - sama mengambil ekskul fotografi dimana Agnes sering kali menjadi model foto yang dijepret oleh Galang. Mereka berdua sering kali traveling bersama mendaki gunung dan menuruni lembah untuk mencari spot foto yang bagus. Secara tak langsung mereka seperti sedang melakukan kencan berdua. Tawa dan senyum sering kali mereka tukar membuat benih - benih cinta perlahan mulai tertanam di hati mereka. Galang benar - benar mencintai Agnes bukan karena kepopulerannya apalagi hanya karena kecantikannya saja. Galang mencintai Agnes dari hatinya. Galang merasakan kenyamanan ketika melalui hari - hari bersamanya. Begitupula dengan Agnes yang merasakan kenyamanan dan keamanan apabila bersama Galang. Seringkali Galang melindungi Agnes dari tatapan pria mesum yang acap kali mengganggunya termasuk seperti hal yang terjadi di siang tadi.

Jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh malam. Agnes memasuki rumah Galang dan diajak berkeliling agar nantinya Agnes terbiasa dengan rumah yang akan mereka tempati bersama. Saat itulah ketika mereka menuju ke arah kebun mereka bertemu dengan pembantunya yang bernama Pak Mul.

“Hay sayang… perkenalkan ini Pak Mul pembantu di rumah ini. Oh yah Pak perkenalkan ini Agnes pacar saya” kata Galang memperkenalkan Agnes kepada pembantunya.

“Saya Mulyono… panggil saja Pak Mul hehehe” ujar Pak Mul mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Agnes.

“Agnes” jawab Agnes tersenyum menerima uluran tangan Pak Mul.

Lembut, mulus dengan aroma wangi parfum yang semerbak membuat jantung Pak Mul berdebar - debar ketika menjabat tangan Agnes. Dalam hati ia bergumam bahwa majikannya sangat beruntung dapat memiliki hati dari wanita secantik Agnes yang sedang ia jabat tangannya.

“Udah dong pak… mau sampai kapan menjabat tangan pacar saya” tegur Galang melihat Pak Mul yang melamun.

“Eh anu maaf tuan… saya terpukau tadi hehehe” jawab Pak Mul sambil menatap wajah Agnes memerah karena tersipu.

“Hahaha terpukau boleh tapi jangan macem - macem yah ke pacar saya” ujar Galang sembari memukul telapak tangan kiri pembantunya menggunakan punggung tangan kanannya dengan pelan.

“Ampun tuan ampun… enggak akan kok” jawab Pak Mul.

“Hahahha becanda aja… ayo sayang mau mandi dulu gak ? aku siapin air hangat yah” ajak Galang menemani Agnes menuju ke kamar mandi. Sesaat Galang berdiam sejenak berbisik ke arah Pak Mul.

“Ssstttt pak… tolong jangan bilang ke ayah yah kalau saya bawa pacar nginep ke rumah” lirihnya pelan.

“Hahaha siap tuan siap… omong - omong apa imbalan saya nih buat jaga rahasia tuan ?” katanya mencoba bernegosiasi.

“Imbalannya ? nanti bapak gak akan dipecat kok dari keluarga ini” jawab Galang dengan tersenyum. Pak Mul terperangah mendengar jawaban dari majikannya. Sebentar kemudian Galang tertawa sambil menepuk bahu pembantunya.

“Hahaha dibawa santai aja… Cuma bercanda kok tadi” ucap Galang sembari meninggalkan pak Mul sendiri di teras halaman rumah.

Beruntung banget tuan Galang bisa dapetin cewek cantik nan sexy kaya non Agnes. Andai aja saya punya wajah ganteng dan tubuh kekar kaya tuan Galang sudah pasti….

Mulyono atau kerap disapa dengan sebutan Pak Mul adalah pembantu bertubuh kurus berusia lanjut dengan kulit keriput yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia sudah lama mengabdi kepada keluarga Galang selama sepuluh tahun lebih. Mungkin sekitar tigabelas tahun lamanya Pak Mul mengabdi di keluarga ini. Orang tua Galang yang sering berpergian merasa tak sanggup apabila anak sematawayangnya yang bernama Galang ditinggal sendiri. Oleh karena itu mereka mempekerjakan Pak Mul untuk menjaga rumah sekaligus menemani Galang agar tidak sendirian. Ia juga merangkap sebagai pembantu yang bertugas menjaga kebersihan rumah juga sebagai tukang kebun. Kadang kalau dibutuhkan Pak Mul seringkali menyopiri keluarga Galang ketika mereka hendak berlibur ke suatu tempat. Pak Mul sudah dianggap sebagai salah satu anggota di keluarga ini. Karena itu lah Galang meminta tolong ke Pak Mul untuk menjaga rahasianya untuk berdiam tidak memberi tahu ayahnya bahwa pacarnya yang sexy sedang menginap di rumah ini.

Pak Mul bergumam dalam hati berandai - andai mengenai khayalan tingkat tinggi yang tak mungkin terjadi. Ia kembali bersantai duduk di teras rumah menghisap sebatang rokok yang ia pegang dengan jemari kanannya. Matanya menatap fokus ke arah bintang - bintang di langit. Cahayanya yang terang menenangkan hatinya yang sedang senang. Senang membayangkan akan kecantikan wanita yang baru saja ditatap olehnya.

Hmmm non Agnes yah namanya ?

Pak Mul mengebulkan asap rokoknya ke langit sambil mengingat - ngingat momen ketika ia sedang menjabat tangannya. Ia menyeringai membayangkan sesuatu yang tidak mungkin di benaknya.

“Oalah Mul… Mul… ngimpi kok ketinggian” lirihnya tertawa.

Sesaat ketika ia hendak masuk ke dalam rumah setelah menghabiskan sebatang rokoknya ia terkejut ketika melihat apa yang sedang terjadi di dalam sana. Agnes yang baru saja selesai mandi terlihat mengobrol dengan Galang di ruang tamu dengan hanya mengenakan handuk yang melilit menutupi sebagian keindahan tubuhnya.

Glegggg !

Pak Mul menenggak ludah ketika melihat bahu Agnes yang terbuka terlihat begitu putih , mulus dan menggoda. Belahan dadanya yang mengintip membuat Pak Mul tegang membayangkan bentuk rupa dari keindahan yang tersembunyi di balik lilitan handuk yang dikenakan olehnya. Ingin rasanya untuk menarik lilitan handuk tersebut agar ia dapat melihat keseluruhan tubuhnya yang mempesona. Rambutnya yang masih basah membuat aura sexy yang terpancar darinya semakin kental. Lehernya yang jenjang terlihat sangat menggiurkan membuat Pak Mul ingin menjilatinya sejenak. Diam - diam tanpa sepengetahuan orang lain Pak Mul mengambil hape yang berada di sakunya dan memotretnya bagaikan Paparazzi.

“Lumayan buat temen tidur nanti malem hehehe” lirihnya.

Setelah itu mereka bertiga menyantap makan malam bersama di meja makan. Tak ada perbedaan yang menghalangi antara Pak Mul dan majikannya. Mereka sama - sama makan di atas meja yang sama. Obrolan pun terucap diantara mereka bertiga. Agnes berusaha menyesuaikan. Tawa seringkali terdengar di sela - sela makan malam mereka. Nasi goreng buatan Pak Mul menjadi menu utama santapan malam mereka juga ada beberapa lauk pauk seperti ayam dan tempe goreng sebagai menu pendamping untuk menemani menu utama mereka.

Tak terasa jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Keadaan di luar sana sudah sunyi senyap. Agnes dan Galang sudah berada di atas ranjang yang sama. Agnes berbaring memeluk dada Galang yang bidang. Kepalanya juga bersandar di atas dada Galang mengobrolkan sesuatu selayaknya pasangan suami istri.

“Tau gak kak… dari tadi Pak Mul kayaknya suka ngeliatin aku terus deh… risih tau rasanya ketika Pak Mul nyuri - nyuri pandang ke aku” curhat Agnes.

“Hahaha yang bener ? itu tandanya kamu cantik sayang…” jawab Galang sambil mencubit hidung Agnes.

“Ih bukan begitu… takutnya Pak Mul tuh sama kaya lelaki lain di luar sana yang punya pikiran jorok ke aku” keluh Agnes.

“Tenang aja sayang… aku tahu banget sikap Pak Mul itu gimana… dia gak bakal macam - macam kok… aku janji deh” jawab Galang menenangkan pikiran Agnes.

“Bener loh yah” ucapnya masih ragu.

“Iya sayang… aku janji kok” jawab Galang sambil mengecup kening pacarnya. Agnes tersenyum merapatkan pelukannya pada Galang sehingga membuat Agnes semakin merasa nyaman kepadanya.

“Kamu belum ngantuk sayang ? kok gak tidur sih ? udah larut loh” ucapnya setelah melihat tatapan Agnes yang masih terlihat segar bugar.

“Belum kak masih mau meluk kakak dulu” jawabnya sambil tersenyum.

“Huh kamu ini” kata Galang menyentuh dagu Agnes dengan jemarinya mengarahkan pandangannya untuk menatap dirinya.

Mereka saling tersenyum ketika saling berpandangan dalam posisi berbaring diatas ranjang berdua. Keadaan semakin sunyi ketika mereka hanya mampu mendengar detak jantung mereka berdua yang semakin kencang juga deru nafas mereka yang semakin kuat. Mereka saling menikmati keindahan yang terpancar di wajah mereka berdua.

“Kamu cantik banget sayang… aku beruntung bisa mendapatkan gadis sepopuler dirimu” puji Galang disela - sela tatapannya ke wajah cantik Agnes.

“Aku juga beruntung kok bisa jatuh ke pelukan seseorang yang sangat bersyukur bisa mendapatkan hati aku” kata Agnes menjawab pujian yang diberikan oleh Galang kepadanya.

“Bisa aja kamu sayang” kata Galang tersenyum menyentuh hidung Agnes dengan jemarinya. Agnes ikut tertawa melihat senyuman Galang yang indah.

Wajah mereka semakin dekat sehingga mata mereka otomatis terpejam mencoba menikmati sesuatu yang akan terjadi sebentar lagi. Bibir mereka bersentuhan saling melumat saling menuntut balas akan cumbuan yang mereka lontarkan bersama. Bibir merah Agnes yang merekah terbuka menerima tiap pagutan yang Galang arahkan kepadanya. Agnes mendesah pelan ketika bibir bawahnya di gigit oleh Galang dengan penuh kelembutan. Lidah Galang menjulur keluar menjilati tiap - tiap senti bibir Agnes yang begitu manis mempesona. Lidah Agnes ikut keluar. Lidah mereka saling bertempur, saling menampar dan saling menjilat bagaikan pertarungan dua piton yang sedang dilanda birahi.

Galang mengaitkan jemarinya ke jemari Agnes. Ia pun bangkit dari posisi berbaringnya membiarkan Agnes mengambil alih tempat ranjangnya yang cukup luas. Agnes berbaring dalam posisi terlentang menerima tiap cumbuan yang diarahkan oleh Galang diatasnya. Galang menindihi tubuh Agnes. Tangan kanan Galang bergerak merangkul kepala Agnes. Mereka tersenyum sekali lagi dengan tatapan mata yang saling memandang. Kening mereka bersentuhan. Mereka begitu bahagia malam itu dengan kedekatan yang semakin intens diantara mereka berdua.

Mereka kembali bertukar posisi dimana Galang terlentang diatas ranjang sementara Agnes dalam posisi telungkup menindihi pacarnya. Galang memeluk erat tubuh ramping Agnes. Tangan kanannya mengusap punggungnya sementara tangan kirinya memegangi kepala sambil mengusap rambutnya dengan penuh kelembutan.

Cumbuan mereka tidak berhenti justru semakin menjadi. Kaki kanan Galang terangkat mengapit tubuh Agnes sehingga membuatnya jatuh ke arah kiri. Lenguhan demi lenguhan tercipta diantara mereka. Nafas mereka sedang beradu ketika hembusan nafas mereka perlahan semakin cepat. Tangan Galang mendarat di payudara Agnes dan meremasnya dengan lembut. Sambil melepas cumbuannya Galang menatap mata Agnes sambil tersenyum.

“Aku bolehkan sayang untuk memilikimu malam ini” katanya sambil meremas remas payudara Agnes yang kenyal.

Sambil tersenyum Agnes mengangguk pelan membiarkan pacarnya memainkan salah satu bola bulat yang dimilikinya. Agnes melenguh keenakan hingga membuat matanya terpejam menikmati tiap remasan yang membuatnya bergidik nikmat. Jemari Galang kian nakal mencubit puncak gunung yang masih bersembunyi dibalik tanktop putih yang dikenakannya. Galang tidak tahan lagi ia sudah sangat bernafsu sehingga membaringkan tubuh Agnes diatas ranjang. Ia bangkit dari posisi berbaringnya melepas tanktop beserta bra yang dikenakan oleh Agnes. Dalam sekejap Agnes udah bertelanjang dada tersenyum malu ketika Galang menatapi ketelanjangan dirinya.

“Tubuh kamu indah banget sayang… aku tak menyangka kamu memiliki tubuh yang sesempurna ini” pujinya terpana akan kencangnya kulit yang membungkus tubuh indah Agnes. Galang memposisikan tubuh Agnes agar duduk bersandar ke tepi ranjang. Mata Galang nanar menatap ke arah dua payudara yang terlihat begitu kencang tidak jatuh ke bawah. Putingnya yang berwarna merah muda sangatlah menggoda. Berulang kali Galang menjilati bibirnya sendiri menatap keindahan yang berada dihadapannya.

“Cuma diliatin doang nih? Gak diapa - apain ?” kata Agnes menantang Galang untuk berbuat sesuatu yang lebih. Galang tersenyum senang menerima tantangan pacarnya. Dengan lembut ia kembali melumat bibir Agnes. Agnes pasrah menerima tiap cumbuan yang diarahkan ke bibirnya. Agnes merasa bahwa cumbuan Galang bukanlah cumbuan yang didasari oleh nafsu semata. Ini adalah cumbuan lembut yang dipenuhi oleh perasaan cinta dari Galang kepadanya. Cumbuan yang Galang berikan justru membuat Agnes semakin hanyut dalam buaian cinta yang sedang dicurahkan untuknya. Tangan Galang kembali bergerak membelai tiap senti tubuh Agnes yang begitu menggoda. Tangan kanannya hinggap di payudaranya. Meremas dan terus meremas dengan penuh kelembutan. Jemarinya memilin putingnya kadang menarik kadang mencubitnya. Sedangkan tangan kirinya membelai punggung Agnes dengan penuh perasaan. Belaiannya semakin turun hingga masuk ke dalam celana pendek yang sedang dikenakan oleh Agnes. Kedua bongkahan pantat Agnes diremas olehnya hingga jemari tengahnya pun masuk membelah pantat tersebut menggesek lubang kotorannya.

“Uhmm uhmmmm… aku buka yah sayang celanamu” gumamnya disela - sela percumbuan mereka berdua.

“Iya kak… lakukan saja sesuka kakak… aku nurut kak” jawab Agnes membuat birahi Galang semakin melonjak naik.

Celana Agnes sudah terlepas menampilkan rambut kemaluannya yang terlihat tipis - tipis. Kini Agnes benar - benar sudah bertelanjang bulat dihadapan Galang. Agnes tersipu menanti komentar apa yang akan dilontarkan oleh Galang kepadanya.

“Kamu ini bidadari apa manusia sayang… Aku… Aku… Wahhh aku terpesona oleh kecantikan wajah serta keindahan tubuh yang kamu miliki ini” pujinya membuat Agnes serasa melayang ke angkasa.

Tanpa sadar tangan Galang masuk ke dalam celananya sendiri mengusap - ngusap penisnya yang perlahan semakin mengeras setelah melihat ketelanjangan Agnes dihadapannya.

“Keluarin aja kak biar itunya gak penasaran hihihi” kata Agnes tertawa malu.

“Mainin yah sayang” kata Galang setelah mengeluarkan penisnya yang sudah menegak keras dihadapan wajah Agnes. Agnes terkejut hingga matanya terbuka lebar ketika melihat betapa tegaknya penis tersebut disertai guratan urat yang membuatnya semakin terlihat menggoda.

Galang tersenyum turun dari ranjangnya sambil menelanjangi dirinya. Agnes duduk ditepian ranjang memandangi keindahan tubuh Galang yang kekar sempurna. Terlihat dadanya yang bidang, otot bisepnya yang besar, wajah tampan yang mempesona juga dengan besarnya ukuran penis Galang yang menegak sempurna membuat rahim Agnes bergetar membayangkan sensasi nanti ketika malam pertama tiba setelah pernikahan mereka berdua usai dilaksanakan.

“Gimana penampilanku sayang ?” tanya Galang meminta komentar dari pacarnya.

“Kamu wow banget kak… aku sampai gak bisa berkata - kata... Aku suka kak…” puji Agnes dengan penuh ketulusan.

Galang tersenyum mendekatkan penisnya ke arah wajah Agnes. Agnes ikut tersenyum sambil menggenggam batang kemaluan Galang yang besar. Agnes mencium ujung gundulnya sebelum kemudian jemarinya bergerak maju mundur dengan perlahan. Galang menggelengkan kepala merasakan nikmat dari kelembutan jemari yang sedang mengocok penisnya.

Maju - mundur, Maju - mundur, Maju - mundur. Penis Galang terus dikocoknya dengan lembut membuat pemiliknya hanya biasa mendesah keenakan.

“Gimana kak ? enak gak ?”

“Enak banget sayang… ahhh ahhhhh” desah Galang.

Sedikit demi sedikit perlahan gerakan jemari Agnes terasa semakin kencang mengocok batang kemaluan pacarnya. Galang sampai merem melek dibuatnya. Gerakan terus menerus yang diperbuat oleh Agnes membuat nafsu birahi Galang memuncak. Cairan precum mulai keluar dari lubang kencingnya membasahi kepala penis Galang yang berbentuk seperti jamur itu.

Gemas melihat betapa kekarnya penis yang sedang dikocok olehnya membuat Agnes tergoda untuk membuka mulut dan menjulurkan lidah untuk menjilati lubang kencingnya. Galang hanya mampu menahan nafas agar dirinya tidak cepat keluar ketika Agnes yang sudah bertelanjang bulat menjilati lubang kencingnya dengan perlahan. Galang terpukau akan kecantikan wajah Agnes yang merelakan dirinya menjilati ujung gundul kemaluannya.

“Ehhmmmm” desah Galang ketika merasakan betapa hangat dan lembabnya ujung penis yang dimilikinya sedang dikulum oleh mulut kecil Agnes.

“Ehhmmmm ehhmmmmm ouhhhh ehhmmm” Agnes memejamkan mata memaju mundurkan kepalanya menyapu tiap senti permukaan penis pacarnya dengan lembut. Galang merem melek merasakan kenikmatan yang tiada terkira.

Agnes kembali mencengkram batang kemaluan Galang. Lidahnya bermain dengan menjilati ujung bagian bawah penis pacarnya. Ia kembali mengulumnya dan meletehkannya lagi. Mengulumnya lagi dan meletehkannya lagi hingga keseluruhan penis Galang terlihat basah diliputi oleh liur Agnes yang sudah membungkusnya dengan rata. Galang yang tak tahan menahan bagian belakang kepala Agnes dan memaju mundurkan pinggulnya hingga penis itu menyodok - nyodok kerongkongan Agnes dengan penuh nafsu.

“Ahhhhhhh nikmat sekali sayang… ouhhh yahhh ouhhhh ahhhh” desah Galang.

Rasanya seperti tersedak ketika ujung gundul kemaluan Galang menyodok tepi kerongkongannya. Ukuran penis Galang yang terlampau besar membuat mulut Agnes berusaha terbuka lebar. Galang hanya mampu memasukan ¾ nya saja. Namun Galang terus memaksa mendorong kepala Agnes ke arahnya membuat Agnes kehabisan nafas dan memukul - mukul paha Galang memintanya agar berhenti sejenak.

“Ouuhhhhh ahhhhhhhhhh” lenguh Galang dengan penuh kenikmatan.

“Uhhukk uhhukk uhhuukk” Agnes terbatuk - batuk pasca terlepas dari usaha Galang yang ingin memasukan keseluruhan penisnya ke dalam mulut kecil Agnes.

“Maaf sayang… kamu gapapa kan ? aku kelewat nafsu” kata Galang.

“Iya aku gapapa kok kak… Uhuukk uhuuk” jawab Agnes tersenyum. Terlihat beberapa liurnya menetes turun dari dagunya yang menggantung. Nafsu yang sudah tak dapat mereka kontrol membuat Galang kembali mencumbui bibir Agnes. Agnes terbaring diatas ranjang tidur sementara Galang menindihinya. Berulang kali Galang menggesek - gesek permukaan penisnya yang sudah mengejang ke arah perut rata pacarnya. Rasanya begitu nikmat. Permukaan kulitnya yang halus dan mulus membuat penis Galang semakin mudah terangsang.

Galang mencumbui leher jenjangnya dan menjilatinya hingga membuat Agnes merinding nikmat. Agnes menengadah wajahnya naik merasakan cumbuan Galang yang diarahkan ke lehernya. Jemarinya juga tak tinggal diam dengan mencengkram kuat dua payudaranya yang menganggur. Cumbuannya turun menghisap dua putingnya yang sudah mengeras secara bergantian. Awalnya ia menghisap puting kanannya sebelum pindah ke kiri kemudian pindah ke kanan lagi menjilatinya sejenak dan menggigitnya pelan kemudian pindah ke kiri untuk menghisapnya kuat - kuat kemudian ke kanan lagi dengan menggigitnya gemas membuat Agnes menggelinjang menggeleng - gelengkan kepalanya merasa nikmat.

“Sayang aku mau itu…” kata Galang memberi kode ketika jemarinya menggesek - gesek permukaan vaginanya.

“Ehhh jangan dimasukin dong sayang…” jawab Agnes.

“Tapi rasanya nanggung banget sayang” rengek Galang sambil menggesekan permukaan penisnya ke bibir vagina Agnes yang sudah sangat basah.

“Ahhhh kakkk jangan gitu dong. Ingat janji ahhhh janji kita kakk” jawab Agnes mencoba teguh dengan prinsip kehidupannya.

“Tapi rasanya enak kan sayang kalau aku giniin terus” katanya sembari terus menggesek - gesek bibir vaginanya menggunukan sisi bagian bawah penisnya yang sudah sangat mengeras.

“Iyyahhh ahhhhh enak banget kakkk ahhhhh” jawab Agnes.

“Kalau gitu aku gesek - gesek aja yah ? boleh kan ?” tanya Galang.

“Kalau itu iyahhh kakk. Ahhh boleh” jawab Agnes keenakan.

Setelah mendapatkan lampu hijau dari Agnes, Galang langsung mempercepat gesekannya di permukaan vagina Agnes. Tangan Galang yang gemas bergerak meremasi payudaranya yang bergoyang indah. Andai ada orang yang melihatnya dari jauh sudah pasti mereka mengira dua sejoli ini sedang bersetubuh di tengah kesunyian malam yang mendera.

Galang meminta ganti posisi. Agnes menungging diatas ranjang tidur menatap ke arah depan. Galang yang dalam posisi berlutut bersiap untuk melanjutkan pettingnya. Iseng juga penasaran membuat Galang justru mendorong ujung gundul kemaluannya menyodok masuk membelah vagina Agnes yang membuatnya terkejut.

“Ehhh kak… jangan dimasukin kesana, ahhhhh tolongg jangann ehhmmm” desah Agnes terangsang.

Galang mendengar permintaan Agnes namun rasa penasaran mengusai dirinya. Terasa begitu nikmat bagaikan dirinya sedang tersetrum oleh kejutan listrik bertenaga rendah ketika ujung penisnya menyundul dinding bagian dalam vaginanya.

“Ahhhhh ahhhhhh ahhhhhh” desah Galang menggoyang - goyang pelan penisnya tanpa berani mendorongnya lebih jauh.

“Kakkk cukupp nanti kelepasan… jangan dimasukin lagi kakk !” pinta Agnes.

Galang tersenyum sambil menepuk dua bongkahan pantat Agnes dan meremasnya.

“Iya sayang maaf” jawab Galang.

Galang meminta Agnes untuk melebarkan pahanya sejenak untuk memasukan penisnya diantara selangkangan Agnes sebelum memintanya untuk merapatkannya kembali. Galang melenguh nikmat ketika penisnya terapit oleh selangkangan yang menyentuh bibir vaginanya langsung. Galang memaju mundurkan pinggulnya membuat Agnes ikut terdorong maju mundur dengan pelan.

“Ahhh nikmatnya… nikmatnya….” Desah Galang.

Agnes pasrah ketika bibir vaginanya tergesek oleh permukaan batang kemaluan Galang yang sangat keras. Rasanya seperti kemaluannya sedang digesek oleh batang kayu yang kuat. Agnes mendesah nikmat memejamkan mata membiarkan pacarnya berbuat sesukanya kepada tubuhnya yang sexy.

Payudara Agnes menggantung indah. Bulatannya sempurna dengan ujung lancip yang ikut menggantung tepat di bawahnya. Tangan Galang yang gemas melihat kesempurnaan kulit punggung Agnes gemas untuk mengusapnya. Galang agak menunduk mengusapnya dengan lembut. Terkadang ia pun jail dengan meremas payudaranya yang sedang menggantung dengan penuh perasaan hingga membuat pemiliknya mendesah keenakan.

Gesekan demi gesekan yang Galang lakukan perlahan semakin cepat. Tubuh Agnes semakin terdorong maju mundur dengan cepat. Galang menarik tubuh Agnes untuk menegakannya naik. Terasa vaginanya semakin panas terkena gesekan penis Galang. Ia pun mendesah ketika payudaranya diremas dengan kuat belum lagi dengan cumbuan yang dilakukan oleh Galang di tengkuk lehernya.

“Ayo turun sayang dari ranjang” kata Galang.

Agnes kini berdiri diatas lantai disamping ranjang tidur yang tadi mereka tempati. Tangan Galang sudah memeluk perut pacarnya tangan satunya pun bergerak meremas payudaranya yang dengan kuat. Penis Galang yang berada di antara dua selangkangan Agnes kembali bergerak. Agnes seperti sedang disetubuhi dalam posisi berdiri membelakangi Galang. Gerakannya perlahan semakin cepat membuat Agnes mendesah tak karuan.

“Ouhhh kak iyyahhhhh enakkk ahhhhh” Desah Agnes memejamkan matanya.

Payudaranya semakin bergerak liar. Lenguhan demi lenguhan mengisi ruangan ini. keringat mulai turun membasahi tubuh mereka berdua. Saat Agnes membuka mata ia menyadari bahwa laptop yang berada diatas meja dihadapannya yang tadi sempat ia gunakan untuk menyelesaikan tugasnya masih menyala. Agnes agak lupa apakah tadi sempat mematikannya atau belum.

Nanti ah selesai ini baru ku shutdown.

Nafas Galang sudah sangat memburu. Lutut di kedua kakinya melemas ketika batang penisnya menggesek - gesek bibir kemaluan Agnes dengan kencang. Begitupula Agnes yang kelelehan menerima tiap gesekan penisnya di permukaan bibir vaginanya.

“Ahhh ahhhhhhh sayanggggg. Aku gak kuat lagi ahh ahhh” desah Galang sambil meremasi payudaranya dengan kuat.

“Ahhhh iyah kak… iyahhhhh”

Dengan satu hentakan kuat ia menarik penisnya meminta Agnes untuk berlutut dihadapan dirinya.

“Ahhhhhh ahhhh nikmatnya ahhhh ouhhh yahhh ahhhh” desah Galang ketika semprotan spermanya keluar menghantam wajah ayu Agnes.

“Ouhhhhhhh” Agnes terkejut ketika semprotan sperma hangat itu memenuhi wajahnya.

Baik Galang dan Agnes ngos - ngosan dibuatnya. Galang meminta Agnes untuk membersihkan sisa sperma yang keluar menggunakan mulutnya. Agnes menurutinya dengan mengecup menjilati sisa sperma yang masih keluar dari dalam penis pacarnya.

Agnes tersenyum setengah memejam ketika dirinya kesulitan untuk membuka mata karena dipenuhi oleh sperma pacarnya.

“Gimana rasanya kak ? udah lega ?” tanya Agnes.

“Udah sayang… puas banget… kamu juga keliatan sexy saat wajah kamu dipenuhi pejuh seperti ini” kata Galang yang membuat Agnes tersenyum senang.

“Tisu mana kak ? susah nih buat melihat” kata Agnes.

“Gak ada tisu disini sayang… adanya di ruang tamu” jawab Galang.

“Eh kok gitu ? terus aku gimana ?” tanya Agnes kebingungan.

“Udah santai aja… langsung bersih - bersih yuk” kata Galang menarik Agnes menuju keluar kamar.

“Eh tunggu bukannya ada pak Mul diluar” jawab Agnes panik ketika Galang terus memaksanya keluar kamar menuju kamar mandi.

“Santai sayang… Pak Mul biasanya udah tidur kok jam segini” kata Galang meyakinkan. Agnes pun menuruti perkataan pacarnya, sebelum dirinya keluar kamar ia sempat melihat sekilas ke arah laptopnya yang masih menyala. Tanpa ia sadari lampu indikator yang berada di samping kamera webcam laptopnya menyala memunculkan cahaya hijau.


*-*-*-*

Pada saat yang sama di tempat yang berbeda seseorang berdiri dari kursi duduknya setelah sekian lama duduk di hadapan layar laptopnya. Ia mengambil sehelai tisu untuk membersihkan cairan kental berwarna putih yang tumpah disekitar perutnya. Satu persatu orang misterius itu mulai mengenakan pakaiannya kembali. Kemudian ia tersenyum sambil menggerakan jemarinya untuk mengarahkan kursor laptopnya guna mencari tombol start lalu mengklik pilihan shutdown.

Ia menghela nafas sambil meletakan kedua tangannya di pinggang kanan - kirinya. Ia berdiri petantang - petenteng sambil tersenyum senang merasa lega karena rencana awalnya berjalan dengan lancar.


*-*-*-*

Setelah selesai mandi Agnes buru - buru masuk ke dalam kamar Galang dengan hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya saja. Ia bergegas menuju laptopnya untuk mematikannya segera.

“Loh kok udah mati ?” lirih Agnes kebingungan.

Ia pun menyadari kalau sedari tadi laptopnya tidak tercolok ke power charge untuk mengisi ulang daya baterainya. Dengan sedikit rasa kesal ia mencolok laptopnya untuk mengisi baterainya kembali hingga penuh untuk digunakan esok hari demi melakukan tugas presentasi.

“Semoga aja laptopnya gak rusak” katanya tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.


BERSAMBUNG.
No Quote
 
Terakhir diubah:

Topi-Jerami

Guru Semprot
Thread Starter
Daftar
3 Jan 2021
Post
713
Like diterima
15.379
Ane nyimak ya suhu :popcorn:

Baru baca sampai prolog sudah butuh konsentrasi tingkat tinggi untuk menghayati sampai akhir chapter 1 :ha::lol::lol:
Waduh pasti karena tulisan ane yg jelek yah makanya butuh konsentrasi tingkat lanjut😅
Mantap hu tp jd penasaran sama lanjutannya soalnya bakal ada 3 sosok cowo yg bakal di jadiin pov ya hu?
Dijadiin pov ? Maksudnya ? Cerita ini kan pake sudut pandang orang ketiga
menarik cerita nya izn ngopi dsini suhu:beer:
Silahkan hu... Sering - sering mampir dan tinggalkan pesan yah hehehe
 
Jav Toys
Gaple Online Indonesia
Pasang iklan hanya lewat CONTACT US
Top
Semprot is now part of LS Media Ltd