Ringkasan Berita
Gereja HKBP menggelar acara Minggu Ekologis sebagai bentuk amalan menjaga lingkungan.
Alih fungsi hutan menjadi perkebunan dan tambang penyebab banjir Sumatera.
HKBP menolak bantuan dari perusahaan perusak lingkungan.
VICTOR Tinambunan salah satu pendeta yang memiliki pikiran progresif. Eforus atau pemimpin tertinggi Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) itu bukan sekadar menyampaikan firman Tuhan. Ia juga mengajarkan kepada anggota jemaatnya untuk menjaga alam dan lingkungan. Salah satu caranya adalah menggelar acara Minggu Ekologis.
Salah satu kegiatan Minggu Ekologis adalah menanam pohon. Bagi Victor, reforestasi merupakan upaya gereja menyembuhkan lingkungan yang rusak karena alih fungsi hutan menjadi industri ekstraktif. Puluhan ribu hektare hutan di Sumatera hilang menjadi perkebunan sawit, tanaman bahan baku kertas, dan tambang.
Satuan tugas penertiban kawasan hutan atau satgas PKH mencatat 31 perusahaan diduga menjadi penyebab bencana di Sumatera. Perusahaan-perusahaan tersebut ditengarai merusak lingkungan, yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Lebih dari seribu orang tewas karena bencana tersebut, termasuk anggota jemaat HKBP.
Dalam buku berjudul Bencana Ekologis: Mereduksi Risiko, Memulihkan Indonesia karya Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), disebutkan bencana bukan kehendak langit dan bukan murka alam yang datang ujug-ujug. Bencana lahir dari keputusan keliru segelintir manusia: menebang pohon atau membabat hutan untuk pertumbuhan ekonomi.