お知らせnews
- お知らせ
- 個人情報の流出に関するお詫び
個人情報の流出に関するお詫び
2026.3.30平素は当会の業務に対し格別のご協力を賜り、誠にありがとうございます。
この度、林野庁から委託された「令和7年度木材産業における外国人材の受入れに関する委託事業」(以下、「委託事業」といいます。)において、不適切な個人情報の管理により、インドネシア共和国内で個人情報が第三者に流出したと考えられる事案が発生いたしました。
関係者の皆様に多大なるご心配とご迷惑をおかけしておりますことを、深くお詫び申し上げます。
今回の事案により、本年2月11日にインドネシア共和国ジャカルタ市(以下、「ジャカルタ」といいます。)で実施した木材産業特定技能1号測定試験を受験された方がオンラインの受験申請フォームから入力された個人情報(受験番号、氏名、生年月日、性別、身分証番号、住所、メールアドレス)の一部が流出したものと考えられます。
本事案の経緯は次のとおりです。
①弊会は、委託事業のうち、ジャカルタでの試験実施事務を株式会社ワールディング(以下、「ワ社」といいます。)に再委託しました。
②ワ社は、受験料に関する受験者との連絡や当日の受付業務を現地の財団(以下、「財団」といいます。)に請け負わせました。
③財団が受付業務に従事させた者の一人(以下、「当該従事者」といいます。)が、業務上把握した個人情報と、弊会ホームページに公表された合格者番号を照合し、合格者の連絡先を特定したうえで、インドネシア側の送出機関の関係者(以下、「当該関係者」といいます。)に提供したと把握しています。
個人情報が流出した原因としては、
①ワ社は委託事業の遂行に必要なものとして、財団に個人情報を含む受験者情報を提供しましたが、当該従事者に対して財団より提供された情報に、業務に不要なメールアドレス等の情報が含まれていないかの確認を怠っていたこと
②また、受付業務終了後の受験者情報の回収、消去等の確認を怠っていたこと
③弊会としても、ワ社の個人情報管理の状況を十分に把握・監督していなかったこと
が挙げられます。
受験者の皆様には、なりすましによるメールアドレスの不正利用や、迷惑メール・詐欺メールの被害に遭う可能性がございます。
実際に、当該関係者及び当該従事者が合格者に対してメールで採用面接会の案内を行ったことを把握しております。
このことを把握次第、当該従事者を含む財団にこれらの受験者情報(財団が事業の遂行するために必要なものを除く)の消去を求めました。また、当該関係者に関しては、直接、連絡をとれない状況にあることから、ワ社から送出機関に何度も連絡を試みているものの音信不通となっており、提供された受験者情報の存否は現時点で確認できておりません。引き続き早期の連絡に努め、受験者情報の消去を求めてまいります。
再発防止策として、
①弊会はもちろんのこと、再委託先など関係者全体における個人情報管理を徹底します。なお、業務の遂行に必要な情報であっても、業務の進捗に応じてその必要性を確認し、利用が終了した時点で消去するなどの対応を厳守します。
②特定技能測定試験を実施する場合は、人の関与の機会がより少なく、情報管理・入送金管理・受付業務が1主体で完結するCBT方式による実施を検討します。
皆様には多大なるご心配とご迷惑をおかけしましたこと、重ねてお詫び申し上げます。
今後、このような事態を二度と起こさないよう、徹底した再発防止に努めてまいります。
Kami dengan tulus mengucapkan terima kasih atas kerja sama luar biasa yang senantiasa Anda berikan terhadap kegiatan organisasi kami.
Sehubungan dengan proyek yang ditugaskan oleh Badan Kehutanan Jepang, yaitu ‘Proyek Penerimaan Tenaga Kerja Asing di Industri Kayu Tahun Anggaran 2025’ (selanjutnya disebut ‘proyek ini’), telah terjadi insiden yang diduga melibatkan kebocoran data pribadi kepada pihak ketiga di wilayah Republik Indonesia akibat pengelolaan informasi pribadi yang tidak tepat.
Kami dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang telah ditimbulkan kepada semua pihak terkait.
Sebagai akibat dari kejadian ini, diduga bahwa sebagian informasi pribadi yang dimasukkan melalui formulir pendaftaran ujian online oleh para peserta ujian ‘Tes Pengukuran Keterampilan Khusus No. 1 di Industri Kayu’ yang dilaksanakan pada tanggal 11 Februari tahun ini di Kota Jakarta, Republik Indonesia (selanjutnya disebut ‘Jakarta’), telah bocor. Informasi pribadi yang dimaksud meliputi: nomor peserta ujian, nama, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor identitas, alamat, dan alamat email.
Kronologi kejadian ini adalah sebagai berikut:
1. Organisasi kami, dalam pelaksanaan proyek yang ditugaskan, telah mensubkontrakkan sebagian pekerjaan pelaksanaan ujian di Jakarta kepada perusahaan Worlding Co., Ltd. (selanjutnya disebut ‘Perusahaan W’).
2. Perusahaan W kemudian menugaskan yayasan setempat (selanjutnya disebut ‘yayasan’) untuk menangani komunikasi dengan peserta terkait biaya ujian serta pekerjaan penerimaan peserta pada hari pelaksanaan.
3. Kami memahami bahwa salah satu petugas yang ditugaskan oleh yayasan untuk menangani tugas penerimaan (selanjutnya disebut ‘petugas terkait’) mencocokkan informasi pribadi yang diperolehnya ketika bertugas dengan nomor peserta lulus yang dipublikasikan di situs web organisasi kami, lalu mengidentifikasi kontak peserta yang lulus, dan memberikan informasi tersebut kepada pihak terkait dari lembaga pengirim di Indonesia (selanjutnya disebut ‘pihak terkait’).
Penyebab terjadinya kebocoran informasi pribadi ini antara lain sebagai berikut:
1. Perusahaan W memberikan informasi peserta yang mengandung data pribadi kepada yayasan sebagai bagian yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek. Namun, perusahaan tersebut lalai dalam memastikan apakah informasi yang diberikan oleh yayasan kepada petugas terkait tidak mengandung data yang tidak diperlukan untuk bertugas, seperti alamat email.
2. Selain itu, perusahaan tersebut juga lalai dalam memastikan pengumpulan kembali, penghapusan, dan tindakan serupa terhadap data peserta setelah pekerjaan penerimaan selesai.
3. Dari pihak organisasi kami sendiri, kami juga tidak cukup memahami dan mengawasi kondisi pengelolaan informasi pribadi oleh Perusahaan W.
Hal-hal tersebut menjadi penyebab yang dapat disebutkan.
Kepada para peserta ujian, terdapat kemungkinan terjadinya penyalahgunaan alamat email melalui penyamaran (impersonasi), serta risiko menjadi korban email spam atau email penipuan.
Faktanya, kami telah mengetahui bahwa pihak terkait dan petugas terkait telah mengirimkan email kepada peserta yang lulus berisi informasi mengenai undangan kegiatan wawancara rekrutmen.
Segera setelah mengetahui hal ini, kami telah meminta kepada yayasan, termasuk petugas terkait, untuk menghapus data peserta tersebut (kecuali data yang memang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan oleh yayasan). Selain itu, terkait pihak yang bersangkutan, karena kami tidak dapat menghubungi mereka secara langsung, Perusahaan W telah berulang kali mencoba menghubungi lembaga pengirim, namun hingga saat ini belum mendapat respons, sehingga keberadaan data peserta yang telah diberikan tersebut belum dapat dipastikan. Kami akan terus berupaya melakukan kontak secepatnya dan meminta penghapusan data peserta tersebut.
Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang:
1. Kami, bersama seluruh pihak terkait termasuk pihak yang menerima subkontrak, akan memastikan pengelolaan data pribadi dilakukan secara ketat. Selain itu, meskipun suatu informasi diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan, kami akan memeriksa kembali kebutuhan tersebut sesuai dengan perkembangan pekerjaan, dan memastikan bahwa data tersebut dihapus segera setelah tidak lagi digunakan.
2. Dalam pelaksanaan ujian keterampilan khusus, kami akan mempertimbangkan penggunaan metode CBT (Computer-Based Testing), yang meminimalkan keterlibatan manusia serta memungkinkan pengelolaan informasi, pengelolaan pembayaran, dan proses penerimaan peserta dilakukan dalam satu sistem terintegrasi.
Kami sekali lagi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang telah kami timbulkan kepada Anda semua.
Ke depannya, kami akan berupaya secara maksimal untuk mencegah agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.”
この度、林野庁から委託された「令和7年度木材産業における外国人材の受入れに関する委託事業」(以下、「委託事業」といいます。)において、不適切な個人情報の管理により、インドネシア共和国内で個人情報が第三者に流出したと考えられる事案が発生いたしました。
関係者の皆様に多大なるご心配とご迷惑をおかけしておりますことを、深くお詫び申し上げます。
今回の事案により、本年2月11日にインドネシア共和国ジャカルタ市(以下、「ジャカルタ」といいます。)で実施した木材産業特定技能1号測定試験を受験された方がオンラインの受験申請フォームから入力された個人情報(受験番号、氏名、生年月日、性別、身分証番号、住所、メールアドレス)の一部が流出したものと考えられます。
本事案の経緯は次のとおりです。
①弊会は、委託事業のうち、ジャカルタでの試験実施事務を株式会社ワールディング(以下、「ワ社」といいます。)に再委託しました。
②ワ社は、受験料に関する受験者との連絡や当日の受付業務を現地の財団(以下、「財団」といいます。)に請け負わせました。
③財団が受付業務に従事させた者の一人(以下、「当該従事者」といいます。)が、業務上把握した個人情報と、弊会ホームページに公表された合格者番号を照合し、合格者の連絡先を特定したうえで、インドネシア側の送出機関の関係者(以下、「当該関係者」といいます。)に提供したと把握しています。
個人情報が流出した原因としては、
①ワ社は委託事業の遂行に必要なものとして、財団に個人情報を含む受験者情報を提供しましたが、当該従事者に対して財団より提供された情報に、業務に不要なメールアドレス等の情報が含まれていないかの確認を怠っていたこと
②また、受付業務終了後の受験者情報の回収、消去等の確認を怠っていたこと
③弊会としても、ワ社の個人情報管理の状況を十分に把握・監督していなかったこと
が挙げられます。
受験者の皆様には、なりすましによるメールアドレスの不正利用や、迷惑メール・詐欺メールの被害に遭う可能性がございます。
実際に、当該関係者及び当該従事者が合格者に対してメールで採用面接会の案内を行ったことを把握しております。
このことを把握次第、当該従事者を含む財団にこれらの受験者情報(財団が事業の遂行するために必要なものを除く)の消去を求めました。また、当該関係者に関しては、直接、連絡をとれない状況にあることから、ワ社から送出機関に何度も連絡を試みているものの音信不通となっており、提供された受験者情報の存否は現時点で確認できておりません。引き続き早期の連絡に努め、受験者情報の消去を求めてまいります。
再発防止策として、
①弊会はもちろんのこと、再委託先など関係者全体における個人情報管理を徹底します。なお、業務の遂行に必要な情報であっても、業務の進捗に応じてその必要性を確認し、利用が終了した時点で消去するなどの対応を厳守します。
②特定技能測定試験を実施する場合は、人の関与の機会がより少なく、情報管理・入送金管理・受付業務が1主体で完結するCBT方式による実施を検討します。
皆様には多大なるご心配とご迷惑をおかけしましたこと、重ねてお詫び申し上げます。
今後、このような事態を二度と起こさないよう、徹底した再発防止に努めてまいります。
一般社団法人 全国木材組合連合会
会長 菅野 康則
会長 菅野 康則
Permohonan Maaf Terkait Kebocoran Informasi Pribadi
Kami dengan tulus mengucapkan terima kasih atas kerja sama luar biasa yang senantiasa Anda berikan terhadap kegiatan organisasi kami.
Sehubungan dengan proyek yang ditugaskan oleh Badan Kehutanan Jepang, yaitu ‘Proyek Penerimaan Tenaga Kerja Asing di Industri Kayu Tahun Anggaran 2025’ (selanjutnya disebut ‘proyek ini’), telah terjadi insiden yang diduga melibatkan kebocoran data pribadi kepada pihak ketiga di wilayah Republik Indonesia akibat pengelolaan informasi pribadi yang tidak tepat.
Kami dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang telah ditimbulkan kepada semua pihak terkait.
Sebagai akibat dari kejadian ini, diduga bahwa sebagian informasi pribadi yang dimasukkan melalui formulir pendaftaran ujian online oleh para peserta ujian ‘Tes Pengukuran Keterampilan Khusus No. 1 di Industri Kayu’ yang dilaksanakan pada tanggal 11 Februari tahun ini di Kota Jakarta, Republik Indonesia (selanjutnya disebut ‘Jakarta’), telah bocor. Informasi pribadi yang dimaksud meliputi: nomor peserta ujian, nama, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor identitas, alamat, dan alamat email.
Kronologi kejadian ini adalah sebagai berikut:
1. Organisasi kami, dalam pelaksanaan proyek yang ditugaskan, telah mensubkontrakkan sebagian pekerjaan pelaksanaan ujian di Jakarta kepada perusahaan Worlding Co., Ltd. (selanjutnya disebut ‘Perusahaan W’).
2. Perusahaan W kemudian menugaskan yayasan setempat (selanjutnya disebut ‘yayasan’) untuk menangani komunikasi dengan peserta terkait biaya ujian serta pekerjaan penerimaan peserta pada hari pelaksanaan.
3. Kami memahami bahwa salah satu petugas yang ditugaskan oleh yayasan untuk menangani tugas penerimaan (selanjutnya disebut ‘petugas terkait’) mencocokkan informasi pribadi yang diperolehnya ketika bertugas dengan nomor peserta lulus yang dipublikasikan di situs web organisasi kami, lalu mengidentifikasi kontak peserta yang lulus, dan memberikan informasi tersebut kepada pihak terkait dari lembaga pengirim di Indonesia (selanjutnya disebut ‘pihak terkait’).
Penyebab terjadinya kebocoran informasi pribadi ini antara lain sebagai berikut:
1. Perusahaan W memberikan informasi peserta yang mengandung data pribadi kepada yayasan sebagai bagian yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek. Namun, perusahaan tersebut lalai dalam memastikan apakah informasi yang diberikan oleh yayasan kepada petugas terkait tidak mengandung data yang tidak diperlukan untuk bertugas, seperti alamat email.
2. Selain itu, perusahaan tersebut juga lalai dalam memastikan pengumpulan kembali, penghapusan, dan tindakan serupa terhadap data peserta setelah pekerjaan penerimaan selesai.
3. Dari pihak organisasi kami sendiri, kami juga tidak cukup memahami dan mengawasi kondisi pengelolaan informasi pribadi oleh Perusahaan W.
Hal-hal tersebut menjadi penyebab yang dapat disebutkan.
Kepada para peserta ujian, terdapat kemungkinan terjadinya penyalahgunaan alamat email melalui penyamaran (impersonasi), serta risiko menjadi korban email spam atau email penipuan.
Faktanya, kami telah mengetahui bahwa pihak terkait dan petugas terkait telah mengirimkan email kepada peserta yang lulus berisi informasi mengenai undangan kegiatan wawancara rekrutmen.
Segera setelah mengetahui hal ini, kami telah meminta kepada yayasan, termasuk petugas terkait, untuk menghapus data peserta tersebut (kecuali data yang memang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan oleh yayasan). Selain itu, terkait pihak yang bersangkutan, karena kami tidak dapat menghubungi mereka secara langsung, Perusahaan W telah berulang kali mencoba menghubungi lembaga pengirim, namun hingga saat ini belum mendapat respons, sehingga keberadaan data peserta yang telah diberikan tersebut belum dapat dipastikan. Kami akan terus berupaya melakukan kontak secepatnya dan meminta penghapusan data peserta tersebut.
Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang:
1. Kami, bersama seluruh pihak terkait termasuk pihak yang menerima subkontrak, akan memastikan pengelolaan data pribadi dilakukan secara ketat. Selain itu, meskipun suatu informasi diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan, kami akan memeriksa kembali kebutuhan tersebut sesuai dengan perkembangan pekerjaan, dan memastikan bahwa data tersebut dihapus segera setelah tidak lagi digunakan.
2. Dalam pelaksanaan ujian keterampilan khusus, kami akan mempertimbangkan penggunaan metode CBT (Computer-Based Testing), yang meminimalkan keterlibatan manusia serta memungkinkan pengelolaan informasi, pengelolaan pembayaran, dan proses penerimaan peserta dilakukan dalam satu sistem terintegrasi.
Kami sekali lagi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang telah kami timbulkan kepada Anda semua.
Ke depannya, kami akan berupaya secara maksimal untuk mencegah agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.”
Badan Hukum Umum Asosiasi Federasi Perkumpulan Kayu Seluruh Jepang
Ketua: Yasunori Sugano
Ketua: Yasunori Sugano