Kerusuhan Mei, Ita Martadinata Diperkosa, Dibunuh Sebelum ke PBB - Vi…

archived 13 May 2020 22:11:30 UTC

Kerusuhan Mei, Ita Martadinata Diperkosa, Dibunuh Sebelum ke PBB

Videografer:

Editor:

Ngarto Februana

Video Player is loading.
Current Time 0:00
Duration -:-
Loaded: 0%
Stream Type LIVE
Remaining Time 0:00
 
1x
    • Chapters
    • descriptions off, selected
    • captions settings, opens captions settings dialog
    • captions off, selected
        X
        This is a modal window.

        This video is either unavailable or not supported in this browser

        Error Code: MEDIA_ERR_SRC_NOT_SUPPORTED
        Technical details :
        The media could not be loaded, either because the server or network failed or because the format is not supported.
        Session ID: 2020-05-13:dbd98e87fe45cdff34c1a822 Player Element ID: vjs_video_3
        Current Time 0:00
        Duration 0:00
        Loaded: 0%
        Stream Type LIVE
        Remaining Time 0:00
         
        1x
          TEMPO.CO, Jakarta - Kerusuhan Mei 1998, menjelang Presiden Soeharo lengser, berupa amuk massa, pembakaran, dan penjarahan, siswi SMA Ita Martadinata diperkosa, lalu dibunuh sehari menjelang pergi ke markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York untuk memberikan testimoni.

          Relawan Anti-kekerasan terhadap Perempuan, yang juga Direktur Kalyanamitra, Ita Fatia Nadia, menceritakan kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Ita Martadinata. Bersama relawan untuk kemanusiaan Romo Sandyawan, Ita Fatia Nadia mendampingi Ita Martadinata pasca-pemerkosaan. Ita Marthadinata adalah siswi SMA saat itu, berusia 18 tahun, dari keluarga etnis Tionghoa, dan beragama Buddha.

          Wiwin, ibunda Ita Martadinata, yang merupakan aktivis Buddhis, tidak tinggal diam atas kasus yang dialami putrinya. Pihak keluarga akan menyampaikan testimoni.

          Menurut Ita Fatia Nadia, dirinya juga memberikan pengarahan apa saja yang akan dilakukan pada saat memberikan testimoni di PBB. "Kami berikan choaching," kata Ita F Nadia. Namun, sehari menjelang berangkat ke New York, Ita ditelepon oleh tetangga Wiwin, yang mengatakan bahwa Ita Martadinata meninggal.

          Romo Sandyawan juga menerima kabar buruk itu. "Saya waktu itu bersama wartawan Tempo, Iwan Setyawan, di Institut Sosial, ditelepon oleh Bu Wiwin, yang mengatakan Ita Martadinata meninggal," tutur Sandyawan.

          Sandyawan pun segera ke rumah keluarga Wiwin. Ia menyaksikan dinding menuju lantai dua berceceran darah. Di kamar, jenazah Ita Martadinata dalam kondisi sangat memprihatinkan. "Jenazah Ita Martadinata telanjang, lehernya hampir putus," kata Sandyawan.

          Sementara itu, Ita Fatia Nadia juga menyaksikan kondisi mayat Ita Martadinata berceceran darah, dengan leher hampir putus, dan di duburnya ada kayu.

          Jurnalis Video: Maria Fransisca, Hand Wahyu
          Stok Foto: Rully Kesema, Bodhi Chandra (TEMPO/D&R)
          Editor: Ngarto Februana

          Simak juga:
          Kesaksian Ketua Sema 98 tentang Tragedi Trisakti
          Kerusuhan Mei 98, Massif dan Sistematis
          Kesaksian Relawan 98, 2 Mahasiswi Trisakti Diperkosa di Kijang
          Kesaksian Relawan, Begini Ciri Pemerkosa di Kerusuhan Mei 98
          Kisah Para Penyintas Korban Pemerkosaan Mei 98
          Fransiska, 11 Tahun, Korban Pemerkosaan di Kerusuhan Mei 98

           

          Selengkapnya
          0%
          10%
          20%
          30%
          40%
          50%
          60%
          70%
          80%
          90%
          100%
          word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word word

          mmMwWLliI0fiflO&1
          mmMwWLliI0fiflO&1
          mmMwWLliI0fiflO&1
          mmMwWLliI0fiflO&1
          mmMwWLliI0fiflO&1
          mmMwWLliI0fiflO&1
          mmMwWLliI0fiflO&1