Sebenarnya pemilik gerai siap bekerja sama dengan Minang Mart, tetapi dengan syarat barang-barang yang dibutuhkan dapat tersedia. Sementara kenyataannya tidak demikian. Bahkan saat melakukan pemesanan barang, uang harus dibayar terlebih dulu kepada pengelola Minang Mart. Namun, barang yang dipesan baru akan sampai sepekan kemudian.
PADANG, HARIANHALUAN.COM – Minang Mart yang semula sempat memberi harapan kepada pengusaha lokal dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Sumbar disinyalir gagal total. Sejumlah gerai di Kota Padang sampai Kota Padang tutup. Pemutusan hubungan kerja disinyalir karena ketidakmampuan PT Ritel Minang Moder (RMM) memenuhi permintaan barang dari pemilik gerai, komplain pelanggan terkait harga, serta seabrek masalah lainnya.
Pemutusan kerja oleh pemilik gerai dengan PT RMM terpantau dari beberapa toko di Kota Padang yang telah tutup dalam jangka waktu yang lama, bahkan beberapa di antaranya telah terpasang palang merk dikontrakkan di pintu gerai tersebut. Satu gerai di kawasan Sungai Lareh, Kecamatan Kuranji, bahkan telah mengganti nama Minang Mart menjadi Minang Midi. Pemutusan kerja sama juga terjadi di Kota Payakumbuh.
Erna, pemilik salah satu gerai bekas Minang Mart Payakumbuh 1 di Simpang Lampasi, Kelurahan Sungai Durian, Kecamatan Lampasi Tigo Nagari, mengatakan, para awalnya ia memang tertarik dan memutuskan membuka gerai Minang Mart di Payakumbuh. Namun selang satu bulan kemudian, Erna mengaku sudah memutuskan hubungan kerja sama.
“Pengelola tidak bisa mencukupi kebutuhan barang yang akan dijual itu. Sejak mendaftar 2016 lalu, kami hanya bertahan sebulan. Setelah itu, kami berdiri sendiri sampai sekarang,” ucapnya kepada Haluan beberapa hari lalu.
Erna mengatakan, pihaknya sebenarnya siap untuk bekerja sama dengan pihak Minang Mart, tetapi dengan syarat barang-barang yang dibutuhkan dapat tersedia. “Banyak barang yang disediakan tidak lengkap. Mulai dari makanan, minuman, hingga produk-produk lain,” ucapnya.
Bahkan kata Erna, ketika ia melakukan pemesanan barang, uang harus dibayar terlebih dulu kepada pengelola Minang Mart. Namun, barang yang dipesan tidak sampai tepat waktu ke Payakumbuh. “Bahkan setelah dibayar, barangnya baru sampai seminggu kemudian,” tuturnya.
Pantauan Haluan, walau pun sudah putus kemitraan, Erna masih menggunakan palang merk Minang Mart di tokonya itu.
“Dulu memang sempat kami buka, sekarang dipasang saja dulu,” ucapnya.
Selain itu, berdasarkan pantauan Haluan di Kota Padang, sejumlah gerai Minang Mart telah tutup atau beralih merk. Gerai di Jalan Adinegoro, Batang Kabung Ganting, Koto Tangah, tampak tutup dan bertuliskan toko tersebut dikontrakkan. Sementara itu, gerai Minang Mart di Sungai Lareh, Kecamatan Kuranji telah berganti nama menjadi Minang Midi.
Sementara itu di pihak pelanggan, sejumlah masyarakat mengaku selama Minang Mart hadir di Sumbar tetap tidak mampu menarik minat untuk berbelanja. Sebab, harga yang dipatok untuk setiap produk yang dijual berselisih cukup jauh dari toko ritel lain, bahkan dari harga di warung tradisional.
“Kebutuhan harian seperti sabun, pasta gigi, gula, dan lain-lain. Itu memang lebih mahal. Makanya kalau tidak mendesak saya tidak belanja di Minang Mart. Memang mahal dibanding toko lain. Bahkan kedai di dekat rumah menjual barang yang sama dengan harga lebih murah,” kata Arni, salah seorang warga Kota Padang.
Hal senada diungkapkan Fia, warga Kota Padang lain yang mengaku tidak berminat mengulang belanja di Minang Mart karena selisih harga yang cukup jauh dibanding toko ritel lain. “Ya, sekali dua kali saja ke Minang Mart. Harganya mahal-mahal,” katanya singkat.
Jadikan Pelajaran
Gulung tikarnya sejumlah gerai Minang Mart mendapat sorotan dari sejumlah anggota DPRD Sumbar. Ketua Fraksi PDI Perjuangan, PKB, dan PBB DPRD Sumbar, Albert Hendra Lukman melihat, Pemprov Sumbar seharusnya mengambil pelajaran dari kegagalan pengembangan Minang Mart. Ia berharap ke depan hal-hal serupa tidak terjadi lagi. Sebab, ide Minang Mart pertama kali dicetuskan oleh Pemprov dan nyatanya tidak berjalan sesuai rencana.
"Dari awal, saya mengkritisi konsep Minang Mart. Sebab, pemerintah daerah akan masuk pada bidang usaha yang sama yang sudah dijalankan juga oleh masyarakat. Namun, saat dipertanyakan, Pemprov bilang Minang Mart adalah business to business. Karena business to business, ya sudah, kami biarkan," kata Albert kepada Haluan.
Jika akhirnya Minang Mart banyak yang tutup, katanya lagi, Pemprov Sumbar harus belajar dari semua itu. Sebab, meski tak memakai dana APBD, ide lahirnya Minang Mart yang bermula dari pihak Pemprov telah menyebabkan masyarakat yang ikut menanamkan modal usaha di Minang Mart, hari ini menuai kerugian yang tak sedikit.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Guspardi Gaus. Ia sudah mendapat informasi bahwa gerai Minang Mart sudah banyak yang tutup seperti di kawasan Kuranji, Kalumbuak, dan Belimbing.
"Intinya, konsep dan pelaksanaan Minang Mart itu tak semudah itu. Dari awal pendirian juga sudah terjadi pro kontr. Saya saat itu lebih memilih tak berbicara banyak sebab latar belakang saya juga pengusaha ritel. Takutnya terkesan tak menyetujui ide Minang Mart oleh Pemprov,” katanya.
Meski sempat tak berkomentar banyak, sebutnya lagi, di saat Pemprov Sumbar menyampaikan bahwa Minang Mart akan dikelola oleh tiga BUMD yang saat itu sedang dievaluasi, sebagai anggota dewan ia dan beberapa anggota DPRD lainnya meminta agar Pemprov betul-betul mengkaji ide itu terlebih dulu.
"Saat itu, sejumlah pihak dan DPRD meminta agar Minang Mart ditinjau kembali, tapi akhirnya tetap diluncurkan. Hingga menelan pit pahit seperti sekarang. Konsep yang dijalankan gagal, kalau sudah begini yang malu kan pemerintah daerah," tutupnya.
Sementara itu, saat Haluan beberapa kali mencoba mengonfirmasi terkait tutupnya sejumlah gerai tersebut kepada Direktur PT RMM, Syaiful Bahri. Usaha terakhir pada Senin (7/1), yang bersangkutan belum dapat memberi keterangan karena beralasan sedang rapat, dan segera memutus panggilan telefon yang dilakukan oleh Haluan. Hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan masih belum memberikan keterangan. (h/len/ari)