TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Perlu 1 Kios 1 Penyuluh

Administrator
Minggu, 8 Maret 2015 | 19:57 WIB

Untuk satu kios satu pe­nyuluh, kata Nofi harus ada ketentuan legalnya, yang diatur dalam keputusan menteri per­tanian (kepmentan) atau dia­tur pada perda Provinsi Sum­bar itu sendiri. Akan tetapi peraturan tersebut saat ini belum ada di pusat. Namun sangat diharapkan melalui upaya kreatif dari Pemerintah Sumbar untuk dapat mem­buatnya menjadi perda.

Dia menjelaskan, penyu­luh pertanian yang berada di suatu kios pertanian nantinya bertugas memberikan pen­cerahan dan pengarahan kepa­da petani terkait masalah, kendala dan memberikan so­lusi kepada petani. Dimana secara fasilitas gaji diberikan oleh pedagang kios, yang harus memenuhi persyaratan seperti memiliki sertifikasi penyuluh pertanian dari pemerintah.

“Jadi di kios pupuk atau pertanian itu tak hanya tran­saksi jual beli saja. Tapi ada upaya pencerahan dan petun­juk bagi petani. Bagi yang tidak punya penyuluh, dapat dicabut izin kiosnya oleh peme­rintah,” sebutnya

Dikatakannya, untuk men­capai swasembada pangan saat ini pe­merintah telah meng­­gandeng ba­bin­sa (bin­­tara bina desa) dari TNI AD. Upaya tersebut telah nam­pak secara sig­ni­fi­kan, dengan me­ning­kat­nya hasil pro­duk­si pertanian. Namun selain itu, perlu juga penyuluh pertanian yang me­nyebar di se­tiap na­gari/ desa yang bertugas di lapangan dan di kios-kios. Karena mereka me­miliki ka­pasitas keilmuan dibidang pertanian. Yang me­ru­pakan lulusan (sarjana) per­tanian, yang bertahun-tahun menimba ilmu pertanian.

Sementara itu, Komandan Korem 032/Wirabraja Sum­bar, Brigjend Widagdo HS menyatakan, petani Sumbar saat ini telah  mengikuti pola Bintara Bina Desa (Babinsa) dalam mengembangkan hasil pertanian. Diharapkan dengan telah mengikuti pola dari ba­binsa dapat menyokong me­ning­katnya hasil pertanian.

“Kita optimis target 500 ribu ton untuk Sumbar akan tercapai pada tahun 2017 ,”ka­tanya kepada Haluan saat ditemui di Jakarta.

Akan tetapi, kata Widagdo tidak serta merta hanya didu­kung dari babinsa saja untuk mencapai swasembada p­angan. Semua pihak harus mendukung dan terlibat aktif dalam rangka meningkatkan hasil pertanian. Seperti dinas pertanian, kios pupuk, penyu­luh pertanian, camat, lurah dan stakeholder lainnya harus ber­peran aktif mendukung petani meningkatkan hasil pertanian.

Salah satu upaya mencapai swasembada pangan sebut Widagdo adalah, Pem­prov Sumbar de­ngan Korem 032/Wbr telah serentak melakukan pe­na­na­man padi di 10 titik daerah kodim di Sum­bar. Petani juga didampingi 1.205 babinsa yang me­nyebar membantu petani dalam rangka meningkatkan hasil produksi pertanian.

Selain itu, 14 pakar dan ahli di bidang perta­nian, peternakan dan per­kebunan dari Jawa. Para ahli ini telah berada di Sumbar pada bulan Oktober 2014 dan telah memberikan pelatihan terhadap Babinsa yang ada di Kodim se-Sumbar dan ke­lompok tani.

“Semoga target kemen­terian pertanian tercapai di Sumbar. Karena target lima tahun lalu, sebanyak 300 ribu ton tercapai di Sumbar. Na­mun, kini da­l­am waktu tiga tahun harus mencapai 500 ribu ton, semoga juga tercapai,” harapnya. (h/lex)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terpopuler

Terkini

x